21
Jul 2021
Tetap Sakral Meski Virtual
Sudah menjadi tradisi bagi SMAK Santo Paulus untuk menyelenggarkan misa pada awal tahun pelajaran. Sabtu, 17 Juli 2021 merupakan rangkaian kegiatan terakhir menjelang dimulainya hari pertama bagi para murid mengikuti pembelajaran. Setelah menjalani serangkaian kegiatan dalam rangka persiapan tahun ajaran baru, menggelar misa virtual menjadi pilihan yang terencana. Melalui misa, sekolah ingin tetap melibatkan Tuhan dalam memulai segala sesuatu. Lebih...
13
Jul 2021
Petuah Kepala Sekolah dalam MPLS 2021-2022
Selasa, 13 Juli 2021 merupakan hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAK Santo Paulus Jember. Aplikasi zoom masih menjadi pilihan pihak sekolah untuk bertemu dengan para murid baru. Situasi pandemi yang juga tidak kunjung membaik membuat sekolah terus berkreasi agar esensi dari pelaksanaan MPLS tetap tersampaikan kepada para murid baru. Beberapa hal penting seperti pengenalan lingkungan melalui...
17
Jun 2021
Semakin Mantap dengan Pembelajaran Daring
SMAK Santo Paulus terus mengembangkan pembelajaran di tengah situasi pandemi yang tidak pasti kapan akan berakhir. Jika pada awal-awal pandemi fokus pada Learning Manajemen System, maka pada tahun ini terus dikembangkan lagi. Salah satu yang menjadi “barang baru” terlihat dalam pelaksanaan Penilaian Akhir Semester tahun ini. Para murid melaksanakan ujian dengan tetap mendapatkan pengawasan ketat melalui zoom. “Mungkin Zoom bukan...
18
Mar 2021
Ujian Maraton Murid Kelas XII
Mendekati akhir tahun ajaran, menjadi saat-saat tersibuk bagi murid kelas XII. Setidaknya hal ini yang tergambar dari murid kelas XII di SMAK Santo Paulus. Terhitung sejak tanggal 22 sampai 27 Februari lalu, mereka telah melaksanakan ujian praktik. Berlanjut tanggal 8 sampai 17 Maret mereka menghadapi Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP-BKS). Masih di bulan yang sama, pada tanggal...
15
Feb 2021
PKKS, Bukan Ajang Mencari Kesalahan
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 10 Februari 2021,SMAK Santo Paulus menjalani Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). Melalui kegiatan penilaian ini, seolah menjadi momen untuk melihat sejauh mana sekolah dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik. Bahkan, juga menjadi tolok ukur kepemimpinan kepala sekolah sebagai top manajemen dalam mengelola sekolah. “Sebenarnya kedatangan kami bukan untuk mencari kesalahan, tetapi lebih kepada melihat...
26
Jan 2021
Pesta yang Sedikit Berbeda
Senin, 25 Januari 2021 SMAK Katolik Santo Paulus Jember seharusnya memiliki hajat istimewa. Setiap bulan Januari sekolah selalu memperingati pertobatan Santo Paulus yang dikemas dalam bentuk Pesta Pelindung Sekolah (PPS). Namun tahun ini, untuk pertama kalinya PPS diperingati dengan cara yang sedikit berbeda. Peringatan hanya dilakukan dengan pelaksanaan misa yang diikuti oleh seluruh warga sekolah melalui komunikasi zoom. Jika pada...
31
Oct 2020
Menjaga Spiritual dengan Doa Virtual
Situasi Pandemi yang tak kunjung berakhir membuat segala aktivitas sedikit terkendala. Mulai dari kegiatan pembelajaran yang belum berjalan normal, kegiatan ujian yang serba daring, hingga kegiatan doa pagi di sekolah yang biasa rutin dilaksanakan juga sedikit terkendala. Akibatnya, interaksi antarpegawai SMAK Santo Paulus juga terdampak. Akan tetapi, sekolah ingin terus menjaga rutinitas dengan mencari berbagai alternatif guna melancarkan kegiatan yg...
2
Oct 2020
Melewati Ulangan Harian Blok
Setelah delapan hari melaksanakan ulangan harian blok, para murid kembali ke pembelajaran jarak jauh secara normal. Sejak hari Rabu, 23 September 2020 sampai 1 Oktober yang lalu, SMAK Katolik Santo Paulus melaksanakan uji pemahaman kepada seluruh murid kelas X, XI, dan XII secara daring. Menggunakan sistem sekolah STIMULUS, para murid mengikuti ulangan blok sebagai ujian atas materi yang telah dipelajari....
25
Aug 2020
Awareness Training Menuju ISO 21001:2018
Salah satu sifat pendidikan adalah dinamis. Pendidikan harus mampu untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh, kita tidak lagi bisa menilai bahwa gawai sebagai kebutuhan tersier seperti yang diajarkan para guru pada generasi 90-an. Kita juga tidak bisa memaksa seorang anak untuk bercita-cita menjadi dokter seperti yang banyak diidamkan oleh para orang tua zaman dulu. Satu contoh...
















