Semakin Mantap dengan Pembelajaran Daring

SMAK Santo Paulus terus mengembangkan pembelajaran di tengah situasi pandemi yang tidak pasti kapan akan berakhir. Jika pada awal-awal pandemi fokus pada Learning Manajemen System, maka pada tahun ini terus dikembangkan lagi. Salah satu yang menjadi “barang baru” terlihat dalam pelaksanaan Penilaian Akhir Semester tahun ini. Para murid melaksanakan ujian dengan tetap mendapatkan pengawasan ketat melalui zoom. “Mungkin Zoom bukan hal baru, tapi penggunaan dalam teknis pengawasan merupakan hal yang anyar dan tepat guna”, ungkap Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Drs. Yohanes Joko Prabowo.

Ujian dilakukan selayaknya saat pembelajaran normal. Murid tetap melakukan presensi, menggunakan seragam lengkap, izin saat ke toilet, dan yang paling penting, para murid mengapa pengawasan ketat oleh para guru dengan zoom.
“Kami ingin tetap menjaga nilai-nilai kejujuran para murid. Karena hal itulah yang perlu dipertahankan dalam pembelajaran, ” ungkap kepala SMAK Santo Paulus,Rm. Antonius Denny Cahyo S., S. S., M. Sc., M. Pd.

Ujian yang dilaksanakan mulai tanggal 27 Juni sampai 3 Juli yang lalu mendapatkan berbagi respon dari para murid. Kebanyakan dari mereka merasa grogi saat ujian.Salah satunya dirasakan oleh Feysya Sandrina Wijaya dari kelas X IPS 2,”Saya merada grogi saat mengerjakannya ujian, mungkin belum terbiasa. Tapi lumayan, bisa mengobati rasa rindu dengan teman-teman.

Adaptasi dengan keadaan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh sekolah agar pembelajaran tetap berkualitas. Demikan juga yang dilakukan SMAK Santo Paulus, tetap berusaha maksimal agar tetap memberikan pembelajaran berkualitas di tengah situasi pandemi.

Penulis: Ujang Sarwono, S. Pd.