
What’s up, SaintPaulers! Ingatkah kalian kalau Tim Lomba Basket kita mengikuti ajang bergengsi yaitu DBL East-Java-East? Bahkan tim basket putra kita bertanding hingga memasuki Fantastic Four alias empat besar nih guys. Ayo kita berikan mereka applause atas usaha dan kerja keras yang sudah mereka kerahkan untuk mengharumkan nama sekolah kita! Eits.. Di balik kerja keras mereka, ada tim yang juga berperan krusial lho dalam mendukung mereka! Yes, the one and only, Saint Paul Mania. Siapa sih mereka? Yuk kita kupas Bersama.

Buat kalian yang belum familiar, SPM (Saint Paul Mania) adalah tim pendukung garis keras SMA Katolik Santo Paulus. Dari pinggir lapangan basket sampai ke arena futsal, sorak-sorai mereka selalu sukses menjadi energi tambahan yang membakar semangat juang para pemain di lapangan. Wah, coba bayangkan deh, kalau tim SPM saja bisa sebegitu setianya menyemangati tim sekolah tercinta kita, masa kalian cuma diam saja dan gak ikut meramaikan?
Eitss, tapi tunggu dulu! Semangat membara mereka di tribun itu tentunya bukan tanpa persiapan yang matang. Di balik nyanyian lantang yang dipimpin oleh mereka, ada dedikasi yang luar biasa. Bayangkan saja, mereka mengurus semuanya dari nol! Mulai dar repotnya mencari vendor, berjualan baju suporter, hingga mengatur penjualan tiket yang pastinya menguras tenaga. Wow!
Belum lagi kalau bicara soal aksi mereka di tribun. Usut punya usut, koreografi yang selalu ditunjukkan dalam chants ternyata digarap dalam waktu kurang dari seminggu! Nah, biar semuanya berjalan dengan mulus, mereka membagi tugas dengan sangat rapi. Ada yang bertugas menjadi capo, ada yang repot mengurus tiket dan merchandise, serta ada yang mengibarkan bendera-bendera raksasa. Wah, benar-benar totalitas tanpa batas!
Dengan perjuangan yang begitu besar, penasaran nggak sih dengan perasaan koordinator Saint Paul Mania? Yuk, kita simak!
“Perasaanku tentunya bangga sekali mempunyai SaintPaulers yang begitu semangat dan kompak untuk mendukung tim basket kita saat bertanding di ajang DBL kemarin,” ujar Joycelyn Clarissa Hanjoyo.

Nah, sekarang sudah tahu, kan, siapa sosok di balik ramainya tribun dan meriahnya dukungan untuk tim Santo Paulus? Saint Paul Mania membuktikan bahwa menjadi supporter bukan sekadar datang, duduk, lalu berteriak. Ada kerja sama, kreativitas, waktu, dan tentu saja rasa bangga yang mereka curahkan untuk sekolah tercinta.
Jadi, next time kalau kalian melihat SPM kembali memenuhi tribun, jangan cuma jadi penonton, ya! Ikutan nyalakan semangat dan ramaikan dukungannya. Karena setiap chant, tepuk tangan, dan sorakan dari tribun bisa menjadi bagian kecil dari perjuangan tim di lapangan. After all, we cheer, we support, and we stand together!
Jurnalis:
Aurentzia Veayviane
Josepha Ernesta Regina Ticoalu
Patricia Lorenza Handoko
Josephine Patricia Zendrato
Foto:
Yessamine Lea Santoso
Joshua Budi Hariyanto








