Cara SaintPaulers Pahami dan Rawat Lingkungan

Eits, tunggu dulu! Jangan berpikiran buruk melihat murid-murid berhamburan di luar sekolah. Mereka tidak sedang bolos, lho! Ini merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran Biologi murid kelas X SMAK Santo Paulus Jember (SaintPaulers). Dalam tugas kali ini, mereka diajak untuk mengamati lingkungan sekitar secara langsung dan mencatat berbagai permasalahan lingkungan yang ditemukan.

Melalui pembelajaran ini, murid-murid kelas X tidak hanya menyerap teori dari buku atau mendengarkan penjelasan guru di dalam kelas. Setiap kelompok diminta berpencar ke berbagai lokasi pengamatan untuk melihat secara mendalam kondisi lingkungan serta memahami interaksi antara makhluk hidup dan ekosistemnya.

Ada kelompok yang menyisir area internal sekolah untuk mencari potensi permasalahan lingkungan di tempat mereka belajar sehari-hari. Kelompok lain bergerak ke luar, mengamati sepanjang gang menuju sekolah hingga kawasan Jalan Trunojoyo. Dari lokasi-lokasi tersebut, para murid dapat menyaksikan secara langsung kondisi lingkungan riil yang sebenarnya sering dijumpai, tetapi kerap terlewatkan.

Tidak berhenti di situ, beberapa kelompok bahkan melakukan pengamatan hingga ke belantaran Sungai Bedadung. Selain mengamati kondisi perairan dan bantaran sungai, mereka juga melancarkan aksi nyata sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Eco-enzyme yang telah mereka racik sebelumnya di sekolah dituangkan ke aliran sungai. Eco-enzyme ini berfungsi membantu menguraikan limbah organik di perairan. Dengan demikian, proses belajar tidak berhenti pada tahap pengamatan masalah saja, tetapi juga membiasakan murid untuk memberikan kontribusi dan tindakan nyata.

Jadi SaintPaulers, kegiatan belajar di luar kelas ini tentu bukan sekadar ajang jalan-jalan. Pembelajaran lapangan ini dirancang agar para murid tidak hanya duduk diam di dalam kelas, melainkan mampu mengasah kepekaan terhadap isu lingkungan di sekitarnya hingga tergerak untuk terus menjaganya.

Jurnalis:

Aiko Zhulkarnain

Audrey Clarissa Dharma Tjendana

Foto:

Audrey Clarissa Dharma Tjendana