Saat Tangan Berpacu dengan Waktu demi Segelas Minuman

Siapa bilang minuman tradisional itu membosankan dan nggak kekinian? Di tangan para murid kelas XII, deretan minuman legendaris berhasil disulap menjadi sajian yang super estetis dan modern, Saintpaulers! Pada Rabu (07/10/2026), melalui praktikum kedua ini, mereka ditantang untuk mengeksplorasi rasa sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan melalui segelas kesegaran tradisional. Kepo sama hasilnya? Let’s check it out.

Jika sebelumnya asyik membuat makanan ringan, minggu ini giliran minuman tradisional yang diolah. Jenis minumannya sangat bervariasi, lho! Ada es kuwut, kopyor sintetis, dawet sintetis, bubur sumsum, wedang ronde, hingga es laksamana mengamuk.

​Eits, jangan salah sangka dulu! Bagi kelompok yang menyajikan menu seperti dawet sintetis, tentu merekatidak boleh mengambil jalan pintas dengan membeli dawet siap saji di pasar. Mereka harus mengolah seluruh bahan dari nol! Yah… kegiatan memasak tentu memiliki momen hectic dan paniknya tersendiri. Namun syukurlah, kali ini keterampilan mereka sudah jauh lebih terampil dibandingkan praktikum sebelumnya. Suasana praktikum kedua ini jelas lebih terkendali dan tidak serepot praktikum pertama dulu.

Nah, setelah melewati proses panjang di ruang kreativitas dan kolaborasi, hasil akhirnya sangat memuaskan! Tidak hanya rasanya yang menyegarkan, semua minuman juga disajikan di gelas atau mangkuk dengan estetis. Kreasi ini dinikmati bersama anggota kelompok dan dibagikan kepada siswa lain ketika jam istirahat.

Setelah mengetahui prosesnya, bagaimana pesan, kesan, mereka serta kendala yang mereka hadapi, SaitnPaulers? “Kesannya sangat seru, karena dilakukan bersama teman-teman, dan Bu Sisil, guru pembimbing PKWU juga sangat asyik. Saat kami melakukan kesalahan, kami diberi pembetulan dan solusi sehingga kami dapat belajar lebih banyak lagi. Kesulitannya terletak pada alokasi waktu, kami hanya diberi waktu sekitar 60 menit untuk membuat dan 20 menit untuk bersih-bersih. Minuman tradisional biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga waktu bersih-bersih habis karena terpakai saat proses pembuatan,” ujar Hansel Genesius dari kelas XII MIPA 1.

Nah, demikian keseruan PKWU kelas XII kali ini. Melalui berbagai jenis minuman yang dibuat, para siswa kelas XII tidak hanya belajar meracik dan menyajikan sebuah minuman, tetapi juga mengasah kreativitas dalam menciptakan produk yang menarik. So, dari kegiatan ini mereka bisa belajar bahwa membuat minuman nggak cuma tentang rasanya, tapi juga tentang bagaimana membuatnya terlihat menarik dan punya nilai jual yang tinggi!

Jurnalis:

Eleora Leonie Timothy

Patricia Lorenza Handoko

Josepha Ernesta Regina Ticoalu

Foto:

Audrey Clarissa Dharma Tjendana

Gracella Bernice Puwono

Florencia Sherin Santoso