Mengungkap Rahasia Transpor Membran

Heyy SaintPaulers! πŸ‘‹ Pernahkan kalian membayangkan bagaimana zat bisa berpindah melalui membran sel? Atau bagaimana sebuah sel dapat mengalami perubahan hanya karena berada dalam larutan yang berbeda?

Ternyata, hal-hal kecil seperti ini menyimpan proses biologis yang quite interesting, lho! πŸ‘€ Melalui praktikum Biologi tentang Transpor Membran, para murid kelas XI diajak untuk melihat secara langsung bagaimana proses difusi dan osmosis berlangsung melalui berbagai percobaan. Penasaran seperti apa keseruannya? Let’s check this out! 😎

Praktikum Biologi Transpor Membran menjadi pengalaman belajar yang menarik bagi para murid kelas XI, khususnya XI-MIPA dan XI-Kesehatan. Melalui praktikum ini konsep yang sebelumnya hanya dipahami secara teori akhirnya bisa dilihat secara nyata. 🀩

Nah, kegiatan kemarin diawali dengan mempersiapkan alat dan bahan ya guys. Lalu dilanjutkan dengan percobaan difusi melalui penyebaran kristal garam atau pewarna dalam aquades. Dari sini terlihat jelas bagaimana zat bergerak dari konsentrasi tinggi ke rendah. Setelah itu, ada pengamatan lain guys, yaitu pengamatan daun Rhoeo discolor yang dilakukan di bawah mikroskop untuk melihat perubahan sel sebelum dan sesudah diberi larutan garam. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan terjadinya plasmolisis, lho.

Ternyata nggak berhenti di percobaan itu aja lho, percobaan selanjutnya mencari tahu jenis transpor osmosis pada kentang dengan cara membandingkan perubahan ukuran (berat) kentang dalam beberapa larutan. Semua hasil praktikum tersebut tentu saja dicatat dan didiskusikan bersama, sehingga konsep transpor membran nggak cuma dipahami, tapi juga terlihat langsung.

Percobaan yang berikutnya, tak kalah menarik nih. Setelah dua butir telur direndam semalaman di air cuka, satu telur dibersihkan lalu direndam kembali di cairan aquades. Telur yang lain dibersihkan dan direndam di air garam. Alhasil, telur dalam aquades menyerap air sehingga ukurannya cenderung membesar, sedangkan telur yang direndam dalam air garam kehilangan air sehingga ukurannya cenderung mengecil. Hal ini terjadi karena perbedaan konsentrasi yang menyebabkan air bergerak melalui membran secara osmosis.

Gimana, asyiknya kan, SaintPaulers. πŸ§«πŸ”¬

Ternyata melalui praktikum ini kita bisa mendapatkan banyak manfaat dan pelajaran yang dapat dipetik. β€œPelajaran dan manfaat yang saya dapatkan setelah mengikuti praktikum tersebut adalah saya dapat memahami perbedaan antara transpor difusi dan osmosis. Hal ini terlihat melalui pengamatan pada daun Rhoeo discolor, kentang, telur, serta larutan air dan pewarna, yang menunjukkan adanya perbedaan proses pada masing-masing percobaan,” ujar Graciella Christabel kelas XI-Kesehatan 3.

Dari praktikum ini, konsep transpor membran yang sebelumnya dipelajari secara teori dapat dibuktikan melalui pengamatan secara langsung. Percobaan difusi dan osmosis membantu murid memahami bahwa perpindahan zat melalui membran dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi. Dengan begitu, membran sel berperan penting dalam menjaga keseimbangan di dalam sel. 🀩

Jurnalis:

Eleora Leonie Timothy

Michelle Kaylyn Nathania

Shera Abigail Putrivian

Foto:

Eleora Leonie Timothy

Gisella Andrina Soegianto