Dari Sisa Menjadi Berharga, Saatnya Eco-Enzyme Beraksi!

Halo, SaintPaulers! Siapa yang menyangka bahwa sisa buah dan sayuran yang sering dianggap remeh ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat? Nah, melalui kegiatan studi tiru di SMPN 11 Jember, Tim Adiwiyata SMAK Santo Paulus Jember mengajak kita untuk mengenal eco-enzyme sekaligus proses pengolahan sampah organik menjadi sabun cair berbahan dasar eco-enzyme. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, simak selengkapnya untuk melihat prosesnya!

Pada Jumat, 9 Oktober 2026, SMAK Santo Paulus melakukan kunjungan sosialisasi di SMPN 11 Jember mengenai pengolahan eco-enzyme dan praktik pembuatan sabun cair berbahan dasar eco-enzyme. Dalam kegiatan ini, seluruh murid kelas VIII dan IX mengikuti praktik pembuatan sabun cair eco-enzyme dengan bimbingan murid-murid Tim Adiwiyata SMAK Santo Paulus. Para murid diajarkan bahwa sisa buah dan sayuran dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi eco-enzyme, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam berbagai produk, seperti pupuk organik, obat luka, hingga obat kumur.

Selain itu, beberapa murid mengikuti kegiatan penyiraman eco-enzyme di Sungai Jembatan Cakol sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sungai. Namun, penggunaan eco-enzyme di sungai perlu dilakukan dengan memperhatikan dosis, keamanan, serta kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan.

Melalui kegiatan ini, para murid yang belajar bersama diharapkan semakin memahami pentingnya mengelola sampah organik dan menjaga kebersihan lingkungan, sebab kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama.

Jadi, SaintPaulers, eco-enzyme dapat menjadi pengingat bahwa langkah sederhana mampu menumbuhkan kesadaran yang sangat bermakna bagi lingkungan sekitar. Terkadang, tanpa kita sadari, bumi membutuhkan kita untuk merawatnya. Dengan merawatnya, kita akan memperoleh lingkungan yang nyaman dan sehat bagi diri kita sendiri. Yuk, ubah sisa organik menjadi produk bermanfaat dan jadikan kepedulian sebagai aksi nyata!

Jurnalis:

Audrey Clarissa Dharma Tjendana

Giselle Putri Alicya Nugroho

Foto:

Audrey Clarissa Dharma Tjendana