
Siapa sih di sini yang nggak punya masa kecil? Hehe, pasti punya semua, yaa. Tau nggak sih, SaintPaulers, kalau masa kecil kita dipenuhi oleh berbagai macam kebahagiaan, mulai dari permainan, teman, hingga buku bacaan? Jadi kepingin kecil lagi, deh, xixixi. Semasa usia dini, buku-buku bacaan yang kita pilih umumnya yang ber-genre anak-anak. Biasanya, yang kita baca tuh cerita fiksi tentang petualangan, fabel, sampai komik kocak. Nah, ngomong-ngomong tentang petualangan, saya yakin SaintPaulers tercinta pasti familier dengan nama Enid Blyton. Hmm, bagi yang belum pernah mendengar nama beliau, pastikan kalian baca blog ini sampai habis, yaa. Sementara bagi yang sudah sangat mengenal akrab dengan beliau, juga harus membaca tulisan ini sampai akarnya. Hihihi.
Enid Mary Blyton adalah salah satu seorang penulis buku anak-anak yang cukup legendaris. Sastrawan berkewarganegaraan Inggris ini lahir di London tanggal 11 Agustus 1897 dan meninggal di London tanggal 28 November 1968. Ciptaannya telah dinikmati anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa di seluruh dunia sejak awal karirnya dimulai. Hingga saat ini, karya-karyanya telah mencapai ratusan juta cetakan dan diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di Indonesia, buku-buku beliau mulai masuk sekitar akhir dekade 70-an oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama dengan alm. Agus Setiadi sebagai penerjemah (Namara, 2019). Dan hingga saat ini juga, Blyton masih memegang rekor penjualan buku anak-anak terbesar di dunia (Listen Program, 2023). Tidak heran jika beliau merupakan penulis cerita anak paling terkenal sekaligus paling produktif sepanjang masa (Aurahmi, 2022). Wah, kece kali emang!

Ada beberapa seri novel Blyton yang sering kita jumpai di masa kecil kita: Lima Sekawan, Sapta Siaga, Si Badung, Pasukan Mau Tahu, St. Clare, Malory Towers, dan masih banyaaak lagi. Bahkan, ada beberapa seri yang difilmkan langsung oleh sutradara ternama, loh! Meskipun Blyton juga mendapatkan beberapa kritik karena karakter stereotip dan sudut pandangnya yang sederhana, popularitasnya luar biasa dengan pembaca muda terus bermunculan (Regar, 2023).
Nah, bagaimana, teman-teman? Apa sudah cukup akrab dengan Enid Blyton atau mungkin sudah tertarik untuk membaca karya-karya ikoniknya? Semoga melalui tulisan ini, teman-teman dapat lebih termotivasi untuk membaca, ya. Sampai jumpa di blog berikutnya!
Penulis:
Cheerly Tannia Hartono kelas XII MIPA 1/04
Foto:
Cheerly Tannia Hartono kelas XII MIPA 1/4






