Lihat Warna Sebelum Membuang

Hey-hey, SaintPaulers! Pernah nggak sih, kita membuang sampah begitu saja tanpa memperhatikan sebenarnya sampah itu harus masuk ke tempat yang mana? Kelihatannya sepele, tetapi kebiasaan sederhana seperti memilah sampah punya peran penting dalam menjaga lingkungan.

Nah, sebagai sekolah yang peduli terhadap lingkungan, SMAK Santo Paulus Jember selalu mengajak warga sekolah untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan. Hal ini juga sejalan dengan semangat Tim Adiwiyata yang mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Salah satu hal sederhana yang sering kita temui sehari-hari adalah adanya tempat sampah residu dan nonresidu. Tapi, sebenarnya apa sih perbedaan keduanya dan mengapa sampah perlu dipisahkan? Nah, yuk, cari tahu!

Di SMAK Santo Paulus Jember, terdapat dua jenis tempat sampah, yaitu tempat sampah berwarna biru untuk sampah residu dan berwarna kuning untuk sampah nonresidu. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan perlu digunakan sesuai dengan jenis sampah yang kita hasilkan.

Tempat sampah biru digunakan untuk sampah residu, yaitu sampah yang sudah tidak dapat atau sulit untuk dimanfaatkan maupun didaur ulang. Contohnya seperti tisu bekas dan sampah lain yang sudah terkontaminasi sehingga tidak memungkinkan untuk diolah kembali. Sementara itu, tempat sampah kuning digunakan untuk sampah nonresidu, yaitu sampah yang masih memiliki kemungkinan untuk dimanfaatkan atau didaur ulang. Contohnya seperti botol plastik, kertas, kardus, dan material lain yang masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat.

Lalu, kenapa sih sampah harus dipisahkan? Pemisahan ini dilakukan agar sampah tidak tercampur dan dapat dikelola sesuai dengan jenisnya. Sampah nonresidu yang masih bisa dimanfaatkan dapat lebih mudah diproses, sedangkan sampah residu dapat ditangani sesuai dengan pengelolaannya. Dengan begitu, pemilahan sampah sejak awal dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih teratur.

Adanya dua jenis tempat sampah ini juga menjadi pengingat bagi SaintPaulers untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Kita tidak hanya membuang sampah agar lingkungan terlihat bersih, tetapi juga mulai memperhatikan jenis dan tempat yang tepat untuk membuangnya.

Jadi, SaintPaulers, yuk, mulai dari hal sederhana dengan tidak membuang sampah sembarangan dan meluangkan waktu untuk memilah sampah demi lingkungan sekolah yang lebih nyaman. Menjaga kebersihan sekolah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga tanggung jawab kita bersama.

“Small habits today can create a cleaner tomorrow.”

Jurnalis:

Regina Dealova Priscilla Faraddis

Giselle Putri Alicya Nugroho

Foto:

Felicia Natalie Laksmana

Audrey Clarissa Dharma Tjendana