
“The senses are the gateways through which knowledge enters the mind,” (Indra adalah gerbang tempat pengetahuan masuk ke dalam pikiran) —Aristoteles.
Halo, SaintPaulers! Tahukah kalian bahwa setiap kali kita melihat, mendengar, mencium aroma, atau sekadar menyentuh sesuatu, tubuh kita sebenarnya sedang bekerja dengan sangat cepat? Dari judul dan kutipan di atas, kalian pasti sudah bisa menebak arah pembahasan kita, bukan?
Yaps, kali ini kita akan mengulas tentang organ indra! Rasa penasaran itulah yang menjadi pembuka materi baru Biologi kelas XI kali ini. Namun, pembahasannya tidak melulu dari guru, lho, melainkan melalui presentasi para murid yang menjelaskan setiap organ indra pada tubuh manusia.

Kegiatan presentasi ini berlangsung mulai 2 hingga 10 Februari 2026. Murid-murid kelas XI yang sedang mempelajari materi struktur dan fungsi pancaindra sebagai bagian dari sistem koordinasi terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sebelum masuk ke materi “berat” tentang saraf dan otak, mereka diajak “mundur” sejenak untuk berkenalan kembali dengan gerbang utama informasi tubuh, yaitu reseptor dan indra.
Sekilas memang terasa seperti flashback masa SD atau TK. Namun jangan salah, pembelajaran kali ini dikemas lebih mendalam dan kontekstual. Murid tidak hanya mengenal nama bagian indra, tetapi juga memahami bagaimana rangsangan diterima, diteruskan oleh neuron, hingga akhirnya diproses oleh otak.
Pembelajaran diawali dengan pembagian enam kelompok yang menyesuaikan jumlah torso (model anatomi) indra yang tersedia. Torso tersebut meliputi mata, telinga, hidung, dan kulit. Setiap kelompok mengamati satu torso untuk mempelajari struktur penyusun, fungsi setiap bagian, serta mekanisme kerja indra dalam menerima rangsangan.
Keseruan tidak berhenti di situ! Pada sesi berikutnya, murid dibagi lagi ke dalam kelompok baru dengan anggota campuran. Torso indra digilir, dan murid yang sebelumnya mendalami indra tertentu otomatis menjadi “ahli dadakan” yang bertugas menjelaskan materi kepada teman sekelompoknya. Dengan metode ini, pembelajaran Biologi menjadi lebih hidup karena murid tidak hanya belajar, tetapi juga saling mengajar.

Melalui metode ini, para murid semakin paham bahwa pancaindra tidak bekerja sendirian. Semuanya saling terhubung dalam satu sistem koordinasi yang berpusat di otak. Tanpa kerja reseptor yang baik, informasi yang masuk ke otak tidak akan maksimal.
Bagaimana, Guys, seru dan bermakna, kan?
“Dari presentasi ini, saya menyadari bahwa organ indra sangat membantu kita dalam berkomunikasi. Misalnya, mulut menyampaikan pesan dan telinga mendengar apa yang disampaikan. Sekarang saya sadar bahwa kita harus memanfaatkan dan menjaga pancaindra kita dengan baik,” ujar Keitaro Adi Mieroslawski, murid kelas XI-2.
Lalu, bagaimana dengan pendapat Mackenzie Emmanuel C.? Jika Keitaro melihat dari sisi fungsi, Mackenzie juga menyoroti pengaruh metode belajar ini terhadap pengembangan diri.
“Organ indra sangat erat kaitannya dengan aktivitas sehari-hari karena memungkinkan kita menerima informasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, metode presentasi kali ini meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kritis kami,” ungkap Mackenzie.
Sungguh kegiatan yang edukatif, ya? Melalui presentasi ini, para murid akhirnya mengerti bahwa hal-hal kecil seperti organ indra sangat membantu aktivitas sehari-hari. Pengetahuan ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas hal-hal kecil yang kita miliki.
Jangan lupa jaga kesehatan, ya! See you, SaintPaulers!
Jurnalis:
Aurentzia Veayviane Kelas XI-1
Josephine Patricia Zendrato Kelas XI-2
Fotografer:
Felicia Evelyne Santoso Kelas XI-2
Vanessa Lianto Kelas XI-2
Kayren Lie Sasongko Kelas XI-2






