Menjaga Sekolah, Menjaga Rumah Bersama

Hii SaintPaulers!! Kebersihan sekolah bukan hanya soal tampilan yang enak dipandang, tetapi juga mencerminkan sikap dan kebiasaan dari seluruh warganya. Lingkungan yang bersih mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan mendukung aktivitas sehari-hari di sekolah. Karena itu, menjaga kebersihan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan komitmen bersama seluruh warga sekolah, nih.

Di SMAK Santo Paulus Jember, budaya menjaga kebersihan sudah menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin, murid diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Dari sinilah kesadaran untuk menjaga sekolah sebagai ruang bersama terus ditumbuhkan, bukan karena paksaan, tetapi karena rasa memiliki.

Salah satu bentuk nyata dari kepedulian tersebut terlihat melalui kegiatan piket kelas yang dilakukan secara rutin. Setiap murid mendapat giliran untuk membersihkan ruang kelas sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar. Mulai dari menyapu lantai, merapikan meja dan kursi, hingga memastikan kelas kembali tertata, semua dilakukan agar ruang belajar tetap nyaman dan kondusif.

Sebenarnya piket kelas itu bukan cuma formalitas atau beban hidup loh, tetapi ada value keren di baliknya. Dari piket kelas ini, kita belajar buat makin tanggung jawab, makin peka sama sekitar, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan disiplin bareng teman-teman sekelas. Kesadaran pribadi kita masing-masing inilah yang jadi kunci utama biar sekolah kita tetap jadi tempat yang paling asyik buat belajar.

Tak berhenti di ruang kelas, perhatian terhadap kebersihan juga meluas ke berbagai area sekolah lainnya. Lorong kelas, halaman, hingga fasilitas umum dijaga bersama oleh siswa. Menjaga kebersihan di SMAK Santo Paulus Jember tidak selalu dilakukan melalui kegiatan besar. Justru, kesadaran pribadi siswa dalam menjaga lingkungan sekitar menjadi kunci utama terciptanya sekolah yang bersih dan nyaman.

“Mari kita bersama menjaga kebersihan lingkungan kita, karena dari lingkungan yang bersih, akan timbul rasa nyaman dalam aktivitas belajar-mengajar. Mari kita mulai dari hal yang sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Ayo kita ubah pola pikir kita. Piket bukanlah hal untuk disepelekan, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab kita bersama terhadap lingkungan belajar kita,” ajak Jocelyn Agatha Yulianto dari kelas X-6.

Dengarkan tuh, SaintPaulers! Mulai sekarang, kita harus lebih aware lagi sama sekeliling kita. Jangan menunggu disuruh, jangan menunggu kotor banget baru gerak. Keep it clean, keep it caring, SaintPaulers! ✨🧹

Jurnalis:

Xylenn Pricilla Kwee Kelas X-2

Patricia Lorenza Handoko Kelas XI-3

Foto:

Alvin Reiko Hoetama Kelas X-7

Shera Abigail P. Kelas X-6