Bukan Sekadar Nyanyi, Lho!

“Hiduplah Indonesia Raya ~” 🎶

SaintPaulers! Siapa sih yang nggak tahu sama lagu Indonesia Raya? Tahukah kalian kalau ternyata Indonesia Raya memiliki tiga stanza lho! 😱 Wait … Stanza itu apa ya? Nah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stanza adalah kumpulan larik sajak yang ditentukan oleh jumlah larik dan rima. Stanza sendiri merupakan kata sinonim dari bait. Hmmm.. Kira-kira gimana sejarah di balik ketiga stanza ini ya? Lalu, maknanya apa? Yuk langsung aja scroll ke bawah!

Selama ini, kita memang lebih sering mendengar dan menyanyikan stanza pertama, sehingga nggak sedikit dari kita mengira bahwa itulah keseluruhan lagu Indonesia Raya. Padahal secara historis, lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman ini memiliki tiga stanza. Menariknya lagi, ketiga stanza tersebut bukan sekadar tambahan lirik, tetapi memiliki makna yang saling melengkapi dalam menggambarkan dan membawakan pesan tentang tanah air serta semangat kebangsaan.

Saat banyak dari kita, mulai dari murid, guru, bahkan pejabat sekalipun tidak pernah mengetahui bahwa lagu kebangsaan kita ini sejatinya memiliki tiga bait, sekolah kita menerapkan kebiasaan unik. Di sekolah, para warga SMA Katolik Santo Paulus justru menyanyikan ketiga stanza Indonesia Raya secara bergiliran setiap harinya. Tiap hari Senin pagi, kami menyanyikan Indonesia Raya stanza pertama. Pada hari Selasa, kami menyanyikan stanza kedua, dan seterusnya karena dilakukan setiap hari secara bergantian. Di sinilah kebiasaan tersebut menjadi salah satu daya tarik yang mengagumkan.

Namun, apa sebenarnya makna di balik tiap stanza? Nah, di stanza pertama sendiri, tersimpan ungkapan persatuan bangsa dan cinta tanah air SaintPaulers. Bait pertama Indonesia Raya memang sudah tak asing lagi bagi kita, tapi makna tersembunyi yang ada pada kedua stanza lainnya dapat dijadikan tamparan keras untuk kondisi bangsa kita saat ini. Stanza kedua, “Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya, bangsanya, rakyatnya, semuanya,” tak hanya soal tanah subur, tapi pengingat penting bagi Indonesia untuk membangun integritas dan kejernihan batin rakyatnya. Sementara itu, stanza ketiga, “Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti… tanah yang aku sayangi… marilah kita berjanji Indonesia abadi,” membawa suatu ikrar yang sakral bahwa merdeka itu bukan sekadar bebas dari penjajah nih guys, melainkan kewajiban menjaga kesucian negeri demi warisan abadi bangsa.

Kira-kira jika dari POV murid SMAK Santo Paulus, seberapa penting ya penerapan menyanyikan tiga stanza lagu Indonesia Raya di sekolah? “Menurut saya, penerapan lagu Indonesia Raya tiga stanza di sekolah sangatlah penting. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya kita mengenal sejarah dan mendalami makna penuh dari lagu kebangsaan kita. Saya juga menyadari bahwa di lingkungan sekitar, masih banyak siswa yang belum mengetahui sejarah dan pengetahuan umum nasional ini. Dengan membiasakannya di sekolah, kita tidak hanya belajar, tetapi juga ikut melestarikan sejarah dan menghargai doa serta harapan para pahlawan kemerdekaan bangsa.” ujar Viorent Ratu Eodia Masela murid Kelas XI-MIPA 1.

So, SaintPaulers, Indonesia Raya bukan sekadar lagu yang kita nyanyikan setiap hari, tetapi juga menyimpan sejarah, doa, dan harapan untuk bangsa. Lewat kebiasaan menyanyikan tiga stanzanya, yuk kenali lebih dalam makna lagu kebangsaan kita dan terus jaga semangat yang diwariskan para pahlawan! 🇮🇩

Jurnalis:

Josepha Ernesta Regina Ticoalu

Michelle Kaylyn Nathania

Foto:

Lady Kaitlyn