Ziarah Goa Maria Ratuning Karahayon Sukoreno Tanggul

Minggu, 30 Oktober 2022 menjadi hari yang tidak biasa bagi para murid Katolik dan katekumen (calon Katolik) yang ada di SMA Katolik Santo Paulus Jember. Pasalnya, pada hari itu, mereka harus tetap bangun pagi (mungkin lebih awal dari hari biasa). Semua itu karena acara ziarah yang dilakukan oleh sekolah dalam rangka penutupan bulan Rosario.

Ya, SMA Katolik Santo Paulus Jember kembali mengadakan ziarah di bulan Rosario setelah beberapa waktu kegiatan itu tidak dilaksanakan karena pandemi covid-19 yang melanda. Sebagai permulaan, Goa Maria Ratuning Karahayon yang berada di Desa Sukoreno Tanggul menjadi tujuan ziarah kami kali ini. Ziarah yang diikuti oleh 202 murid dan 15 pendamping katolisitas ini berangkat dari sekolah dengan menggunakan empat bus. Keberangkatan dijadwalkan pukul 06.00. Namun, karena hari libur, ada saja murid yang terlambat bangun dan akhirnya waktu keberangkatan mundur 15 menit. Perjalanan dari sekolah ke Sukoreno memakan waktu kurang lebih 90 menit dengan kecepatan normal – santai.

Memasuki daerah Tanggul, kami dihadapkan pada pemandangan pedesaan dan kebun jeruk yang hijau segar (tapi sayang, bukan waktu jeruk berbuah). Sesampainya di Te Ka Pe, langsung tampak Patung Maria yang tinggi menjulang. Yang ternyata setelah diperhatikan dari depan dengan seksama, bangunan atau dekorasi Goa Maria ini berbentuk seperti piala. Bahkan, ketika memasuki atau berada di bawah goa, tampak ada hosti di bagian atas altarnya. Wah, keren dan tampak sekali unsur seni yang lahir dari iman.

Kegiatan pertama kami di sana adalah Perayaan Ekaristi Minggu XXXI bersama seluruh murid Katolik dan katekumen, juga bersama para pendamping Katolisitas. Eitssss, tak hanya itu, kami bersyukur pula karena Kepala SMAK Santo Paulus Jember juga turut hadir bersama kami, beliau adalah Bruder Yohanes Suparno, O.Carm. atau yang biasa dikenal dengan sebutan Bruder Yo. Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh tiga imam karmel yang bertugas di SMA Katolik Santo Paulus Jember. Mereka adalah RP. Henri Damian Sinaga, O.Carm, RP. Atanasius Marianto Eka, O.Carm., dan imam baru yang merupakan alumni SMAK yaitu RP. Thomas Onggo Sumaryanto, O.Carm.

Dalam homilinya, Rm. Atan mengajak kita semua sebagai generasi muda untuk menghidupi teladan Zakheus yang mau bertobat, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang kurang baik untuk memperoleh keselamatan sejati. Semoga kita bisa belajar bersama-sama untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Amin.

Usai misa, dilanjutkan dengan Doa Rosario dan foto bersama. Kemudian, kami menikmati snack yang telah disediakan. Setelah itu tibalah waktu untuk permainan. Kami dibagi menjadi lima kelompok permainan. Ada tiga kelompok dramatisasi Kitab Suci, ada kelompok menyusun kata dan satu kelompok pesan berantai. Pokoknya seru, asyik, menarik.

Tanpa terasa, matahari sudah berada di atas kepala. Seakan waktu berjalan begitu cepatnya. Tapi tak apa, kotak makan sudah tersedia (hehehe). Dan kamipun langsung melahapnya. Doa Angelus atau Malaikat Tuhan sejenak menghentikan suapan kami dan mengundang kami semua untuk bersatu dalam doa. Kurang lebih pukul satu siang, kami melakukan perjalanan kembali ke sekolah.

Itulah pengalamanku selama berkegiatan atau ziarah di Gua Maria Ratuning Karahayon Sukoreno Tanggul bersama teman Katolik dan katekumen dan juga para pendamping Katolisitas di SMA Katolik Santo Paulus Jember. Semoga kegiatan serupa dapat dilaksanakan setiap tahunnya dengan tujuan yang berbeda dan keseruan yang berbeda pula tentunya.

Oh iya, ucapan terima kasih kepada Pak Ibe yang sudah mengoordinasi paduan suara sehingga misa bisa berjalan dengan meriah. Untuk seluruh petugas koor, lektor (Justine Owen – Kom. St. Theresia Benedikta dari Salib), pemazmur dan rosario (Michelle Huang AW – Kom. Nabi Elisa), bait pengantar injil (Alexandra Victoria MN – Kom. St. Theresia dari Kanak – kanak Yesus), doa umat (Jennifer Laurent -Kom. Nabi Elia), organis (Gegana Jordan S. – Kom. Nabi Elisa), dan seluruh pengurus Goa Maria Ratuning Karahayon Sukoreno yang telah menyediakan tempat untuk kami merayakan ekaristi, doa Rosario, permainan dan untuk makanannya. Terakhir, semoga kegiatan ziarah ini bisa dijadikan kegiatan rutin sekolah yang tentunya dengan tujuan berbeda tiap tahunnya.