Mengenal Diri dan Memahami Perubahan Melalui Bimbingan Seksualitas

Halo, SaintPaulers!πŸ™ŒπŸ»

Pernah nggak sih merasa kalau akhir-akhir ini kita jadi lebih mudah overthinking, lebih sensitif, atau mulai banyak mempertanyakan tentang diri sendiri? Tenang, itu adalah bagian dari proses bertumbuh di masa remaja. Nah, SMAK Santo Paulus punya program untuk membantu murid agar dapat lebih mengenal diri sendiri melalui kegiatan Bimbingan Seksualitas.

Kegiatan Bimbingan Seksualitas dilaksanakan mulai Jumat (7/8/2026) sampai Jumat (14/8/2026) yang berlokasi di Rembangan. Dalam pelaksanaannya, para murid mengikuti kegiatan secara bergantian bersama kelas masing-masing, sehingga setiap sesi dapat berlangsung secara terarah dan interaktif.

Apa sih yang dimaksud dengan seksualitas?πŸ€” Banyak orang mengira bahwa seksualitas hanya berkaitan dengan jenis kelamin atau hubungan intim. Padahal, maknanya jauh lebih luas. Seksualitas mencakup cara kita mengenal diri sendiri, memahami perubahan fisik dan emosional, berinteraksi dengan orang lain, serta membentuk sikap dan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

β€œSeksualitas diibaratkan sebagai lingkaran besar sedangkan seks itu lingkaran kecil. Seksualitas mencakup hal yang lebih luas. Di dalam seksualitas terdapat seks itu sendiri” ujar Frater Rocky.

Dalam sesi bimbingan, Ibu Reinildis Lifianingsih Alumba Kin, S.Pd. juga menjelaskan bahwa berbagai perubahan yang dialami remaja merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses bertumbuh. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada tubuh, tetapi juga mencakup empat aspek utama, yaitu fisik, emosional, sosial, dan cara berpikir. Memahami keempat aspek ini penting agar remaja dapat menerima perubahan dalam dirinya dengan lebih baik, mengenali perasaan yang muncul, membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, serta belajar mengambil keputusan secara lebih bijaksana πŸ€—

Seksualitas juga perlu dipahami melalui dua dimensi, yaitu iman dan moral. Dari dimensi iman, seksualitas merupakan anugerah dari Tuhan yang patut disyukuri dan dihargai. Sementara itu, dari dimensi moral, seksualitas mengajarkan setiap orang untuk menggunakan akal budi dalam menilai apakah suatu tindakan baik atau buruk, sehingga mampu mengambil keputusan dengan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, bimbingan seksualitas bukan hanya tentang memahami perubahan yang terjadi dalam diri, tetapi juga tentang belajar menghargai diri sendiri dan orang lain. Setiap perubahan adalah bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih dewasa, dan setiap keputusan yang kita ambil akan membentuk masa depan kita. Semoga melalui kegiatan ini, murid kelas X semakin mengenal diri, menghargai setiap proses pertumbuhan, dan mampu membuat keputusan yang bijaksana di setiap langkahnya. Here’s to growing wiser, stronger, and becoming the best version of ourselves, SaintPaulers!

Jurnalis:

Jevelyn Valencia Berlianto X-1/18

Regina Dealova Priscilla Faraddis X-1/25

Jelofa Celine Sanjaya X-6/15

Foto: Dokumentasi Panitia