
“The important thing is to never stop questioning.”
— Albert Einstein
Ceehoo, SaintPaulers! Banyak dari kita berpikir bahwa pelajaran Kimia selalu identik dengan rumus, angka, dan istilah yang bikin kepala auto pusing 7 keliling, Tapi ternyata nggak selalu begitu, lho SaintPaulers. Kemarin, para murid diajak untuk melihat sisi lain dari pelajaran Kimia yang ternyata dekat banget dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui materi sifat koligatif larutan, khususnya penurunan titik beku yang dikemas dalam kegiatan membuat es puter.
Jadi, pada hari Rabu (12/08/2026), para murid kelas XII MIPA 1 dan XII MIPA 2 melaksanakan praktikum yang cukup berbeda dari praktikum biasanya, SaintPaulers! Mereka praktikum membuat es puter! Selaras dengan bab sifat koligatif larutan, para murid bereksperimen mengenai salah satu sifat tersebut, yakni penurunan titik beku.

Apa sih penurunan titik beku itu? Jadi, penurunan titik beku merupakan salah satu sifat koligatif larutan yang terjadi ketika zat terlarut ditambahkan ke dalam suatu pelarut, sehingga titik beku larutan menjadi lebih rendah jika dibandingkan titik beku pelarut murni. Salah satu pelarut murni yang sering digunakan adalah air. Besarnya penurunan titik beku dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut yang terdapat dalam larutan, bukan oleh jenis zatnya.
Lalu, apa hubungannya dengan praktikum pembuatan es puter ini? Dalam praktikum tersebut, es batu yang berada di sekitar kaleng atau plastik diberi garam. Penambahan garam menyebabkan titik beku campuran es dan garam menjadi lebih rendah dari 0°C. Akibatnya, campuran tersebut dapat mencapai suhu yang cukup rendah untuk membekukan cairan atau susu yang ada di dalam kaleng. Jadi, tanpa disadari, proses membuat es puter yang dilakukan para murid sebenarnya merupakan penerapan langsung dari konsep penurunan titik beku dalam kehidupan sehari-hari!
Menurut Ibu Pratiwi Dwiharini, S.Pd., kegiatan ini dilakukan agar para murid tidak hanya memahami sifat koligatif larutan secara teori, tetapi juga dapat mengingat dan melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. “Anak-anak sedang belajar sifat koligatif larutan, salah satunya penurunan titik beku. Konsep ini bisa diterapkan dalam kehidupan, salah satunya melalui pembuatan es puter. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa mengingat bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam kehidupan.” ujarnya.

Nah, ternyata membuat es puter bukan sekadar kegiatan untuk menghasilkan cemilan yang menyegarkan. Di balik prosesnya, terdapat konsep kimia yang menarik untuk dipelajari, yaitu penurunan titik beku sebagai salah satu sifat koligatif larutan. Melalui praktikum ini, para murid dapat merasakan secara langsung bagaimana konsep yang dipelajari di kelas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ternyata, konsep Kimia yang lebih dikenal dengan kerumitannya nyata-nyata bisa dipelajari di kelas dengan dipraktikkan langsung, lho. Bahkan, dari pelajaran Kimia kita bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dinikmati. Dengan membuat es puter, para murid tidak hanya menghafalkan konsep penurunan titik beku, tetapi juga melihat bagaimana prinsip penurunan titik beku tersebut bekerja secara langsung. Gimana, asyik kan? So, siapa bilang belajar kimia harus selalu serius dan penuh rumus?😉
Jurnalis:
Josephine Patricia Zendrato
Aurentzia Veayviane
Foto:
Josephine Patricia Zendrato
Queenvie Faith Macailey







