The Power of “Hama”: Mengubah Stigma Menjadi Prestasi

Baru masuk dua minggu saja sudah bikin rusuh! Siapa lagi kalau bukan kelas X-3. Nah, identitas kelas kami adalah Elmorthree. “Elmore” diambil dari nama sekolah dalam kartun The Amazing World of Gumball, sedangkan “three” artinya tiga. Kelas ini adalah tempat yang penuh memori bagi para murid di dalamnya. Katanya sih terinspirasi dari nama sekolah fiksi, tetapi lucunya, belum juga kami menghafal letak kelas, kami sudah membuat kehebohan duluan. Mau tahu cerita lengkapnya? Let’s go to Elmorthree’s journey!

“Jadi, bagaimana ceritanya baru masuk sekolah langsung viral gara-gara dianggap menyindir kakak kelas?” Pertanyaan bagus, SaintPaulers! Awal mulanya terjadi karena ruang kelas X-3 berada di lantai bawah. Akibatnya, kami sering diminta untuk bertukar kelas jika ada murid dari kelas lain (di lantai atas) yang mengalami cedera. Nah, anak-anak mulai gelisah dan muncullah berbagai asumsi di grup WhatsApp internal. Sialnya, tangkapan layar chat asumsi tersebut malah bocor keluar. Kok bisa? Kalau itu sih, sampai sekarang masih menjadi misteri publik.

Coba bayangkan kembali, belum sempat beradaptasi dengan lingkungan baru, suasana kelas kami sudah mendadak mencekam. Banyak lontaran kalimat miring dan julukan negatif yang kami terima di mana-mana. Untungnya, masalah tersebut segera terselesaikan secara damai setelah dibawa ke ruang BK. Menariknya, julukan sinis tersebut justru kami adopsi menjadi ciri khas kami sekarang, yaitu “Hama”. Hmm… kalau ditanya momen apa yang paling menunjukkan pembuktian dari ciri khas “Hama” ini, jawabannya tentu saat ajang SPF (SaintPaul Festival) kemarin. Pada Rabu (29/10/2025), menu “Nasi Goreng Hama” mendadak jadi buah bibir di sekolah! Kok bisa? Mari kita sedikit kilas balik ke masa itu.

Saat itu, kelas kami mendapatkan giliran untuk berjualan. Siapa sangka, kelas yang awalnya dicap sebagai “Hama” pengganggu ini justru dagangannya laris manis? Bahkan, jauh sebelum pukul 20.00 WIB dan sebelum tanggal resmi penjualan dimulai, Elmorthree sudah kebanjiran banyak pesanan! Yap, jualan mereka sangat laku keras sampai-sampai kami yang menjaga stan kewalahan sendiri. But, that’s the fun!

Mari kita dengarkan kesan dan pesan dari ketua kelas kami yang tercinta, Katarina Angelika Liangga: “Kelas X-3 itu warga-warganya sangat unik, tetapi aku bersyukur bisa sekelas dengan orang-orang seperti mereka. Kebanyakan dari teman-temanku di X-3 itu sangat seru, solid, dan baik hati. Aku juga bersyukur memiliki wali kelas serta guru pengajar yang sangat sabar menghadapi tingkah laku kami yang kadang bisa dibilang nakal. Teman-teman di X-3 banyak mengajari serta mengajakku mengalami hal-hal baru yang dulu tidak pernah kucoba. Banyak sekali kejadian yang sangat berkesan (memorable) dari kelas ini yang pastinya akan selalu kukenang hingga kami semua sukses di masa depan. Aku akan selalu mengharapkan yang terbaik bagi teman-temanku dari X-3,” ungkapnya penuh haru.

Meski sering dikenal sebagai “Kelas Hama”, kami membuktikan bahwa kami memiliki cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar sebutan itu. Elmorthree menunjukkan bahwa perbedaan keunikan tiap kepala justru menjadi fondasi terkuat kami. Hal itu membentuk dinamika kelas yang mungkin sering bikin guru geleng-geleng kepala, tetapi justru itulah yang membuat masa-masa kelas X kami menjadi sangat seru dan tidak terlupakan.

Jurnalis:

Angelynn Dominique Jieovanie Kelas X-3

Nina Alesia Domini Kelas X-3

Foto:

Dokumentasi Kelas X-3