
Seorang ilmuwan di laboratoriumnya bukan hanya seorang teknisi; ia juga seorang anak kecil yang berhadapan dengan fenomena alam yang memesona seperti dongeng.
— Marie Curie
Hey-hey SaintPaulers! Kalian pasti setuju kan bahwa Fisika merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan alam yang asyik? Bagaimana tidak, selain hanya mempelajari teori-teori dan dilengkapi dengan perhitungan, Fisika juga dapat dipelajari melalui praktikum lho! Nah, kali ini kita akan mengintip sekilas keseruan para murid kelas XI yang melaksanakan praktikum tentang gelombang berjalan dan gelombang stasioner.
Jadi, pada hari Selasa (05/05/2026) hingga Kamis (7/05/2026), para murid kelas XI-1, XI-2, dan XI-3 melaksanakan praktikum gelombang stasioner ini secara bergantian. Praktikum ini bertujuan untuk mengukur frekuensi penggetar pada percobaan Melde. Hmm, tapi, apa sih percobaan Melde itu? Jadi, percobaan Melde adalah eksperimen Fisika yang bertujuan untuk mengukur cepat rambat gelombang transversal pada tali/dawai, yang dipengaruhi oleh tegangan dan massa jenis tali. Nah, dengan begitu, para murid melakukan percobaan menggunakan dua jenis tali, frekuensi generator (sebagai penggetar tali), Neraca Ohaus, serta beban bercelah untuk melihat bagaimana gelombang dapat membentuk pola tertentu. Dari percobaan tersebut, mereka mengamati adanya titik yang tampak diam atau tidak bergetar yang disebut simpul, serta titik dengan getaran paling besar yang disebut perut gelombang.

Menariknya, percobaan dilakukan sebanyak dua kali dengan menggunakan beban tali yang berbeda, yaitu tali dengan beban ringan dan tali dengan beban yang lebih berat. Hal ini dilakukan untuk melihat pengaruh massa tali terhadap bentuk gelombang yang dihasilkan. Nah, dari sini murid dapat membandingkan bagaimana gelombang berubah ketika beban tali yang digunakan berbeda.
Kalian kepo nggak si sama cara kerjanya? Nah, cara kerjanya dimulai dengan menyiapkan alat dan bahan praktikum terlebih dahulu. Setelah itu, tali ditimbang menggunakan neraca ohaus. Hal ini bertujuan untuk menjadi pembanding untuk tali yang lain. Selanjutnya, tali dipasang dan dihubungkan dengan alat pembangkit getaran. Tak lupa, ujung tali lainnya dikaitkan oleh beban bercelah, beban bercelah ini berfungsi sebagai gaya tegangan pada tali. Tali kemudian digetarkan hingga membentuk pola gelombang stasioner. Melalui pengamatan ini, murid mengamati jumlah simpul dan perut yang terbentuk, lalu mencatat hasil pengamatan tersebut. Setelah percobaan pertama selesai menggunakan tali ringan, percobaan diulangi kembali menggunakan tali yang lebih berat agar hasil keduanya bisa dibandingkan.

Tapi ya namanya juga praktikum, pasti ada tantangannya. “Salah satu tantangan yang aku hadapi adalah menentukan ukuran gelombang yang agak susah untuk dilihat secara jelas,” ungkap Gabrielle Firdaus dari kelas XI-2. Yap! Susah banget mengukur panjang gelombang secara pasti karena mereka harus benar-benar melihat bagian tali yang benar-benar diam.
Bagaimana, SaintPaulers? Ternyata Fisika gak melulu soal angka yang bikin pusing, kan? Lewat praktikum kayak gini, kita bisa menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu ada di sekitar kita, bahkan di seutas tali sekalipun. Jadi, jangan pernah malas buat eksplor hal-hal baru, ya!
Stay curious and keep experimenting, guys! See you on the next lab session!
Jurnalis:
Josephine Patricia Zendrato Kelas XI-2
Patricia Lorenza Handoko Kelas XI-3
Aurentzia Veayviane Kelas XI-1/03/12416
Foto:
Josephine Patricia Zendrato Kelas XI-2
Vanessa Lianto Kelas XI-2
Felicia Evelyne Santoso Kelas XI-2






