TAKO X-5: Rumah Kedua Penuh Cerita

Konnichiwa, Saintpaulers! Tahukah kalian? Dalam bahasa Jepang, tako (たこ) berarti gurita. Hewan ini dikenal cerdas dan mampu menggerakkan banyak tentakelnya secara selaras. Filosofi mendalam itulah yang menggambarkan identitas kelas X-5, TAKO. Nama ini lahir dari semangat membara para muridnya untuk menjadi pribadi yang Talented (berbakat), Ambitious (ambisius), Kind-hearted (baik hati), dan Outstanding (luar biasa). Oleh karena itu, sejak hari pertama nama tersebut disepakati, TAKO bukan lagi sekadar nama kelas di papan ruangan, melainkan sebuah janji kecil yang digenggam erat oleh setiap murid X-5.

Agenda sekolah pertama yang diikuti oleh seluruh murid X-5 sebagai satu kesatuan kelas yang utuh adalah perayaan HUT SMAK Santo Paulus pada 8 Agustus 2025. Pagi itu, mereka duduk berdampingan di GOR SMAK Santo Paulus untuk mengikuti misa bersama dengan khidmat. Begitu misa selesai, kebersamaan berlanjut ke momen makan bersama sambil menyantap mi ayam. Di sela-sela suapan, obrolan hangat mulai mengalir santai—mulai dari membahas tugas sekolah yang menumpuk hingga cerita-cerita lucu semasa SMP. Hari itu menjadi salah satu goresan kenangan pertama yang membuat mereka sadar bahwa kelas X-5 akan menjadi tempat yang nyaman untuk pulang.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak memori indah yang tercipta. Mulai dari kegiatan Bimbingan Seksualitas (Bimsek) di Rembangan yang melelahkan tetapi penuh tawa, hingga kesibukan menyiapkan stan bazar kelas untuk Saint Paul Festival (SPF) yang menguras tenaga namun tetap menyenangkan. Saat Pesta Pelindung Sekolah tiba, kekompakan mereka makin diuji; para siswi sibuk mendandani Irene Wong untuk lomba fashion show, sementara para siswa bahu-membahu membuat properti dari bahan bekas. Setiap jengkal momen tersebut perlahan menjadi lem perekat yang menghangatkan ikatan mereka sebagai satu keluarga kecil.

Menjelang kenaikan ke kelas XI, TAKO X-5 mulai memasuki fase last moments bersama para guru pengajar. Suasana belajar di kelas yang biasanya formal, kini sering kali berubah manis menjadi sesi berbagi cerita dan penyampaian pesan-pesan singkat yang mendalam. Hal tersebut tak pelak membuat atmosfer di dalam kelas terasa jauh lebih hangat, intim, dan penuh makna.

So, what does it feel like to be a part of X-5 for a whole year? Yuk, kita simak kesan dan pesan dari salah satu penghuni X-5! “Selama di X-5, saya merasakan kebersamaan yang sangat hangat dengan teman-teman yang seru dan mudah akrab. Semoga ke depannya, meskipun kelak kami sudah berbeda kelas, kita semua tetap bisa menjaga hubungan baik satu sama lain,” ujar Gisella Meliarti Ivana.

Dari semua rentetan cerita, deru tawa, dan dinamika proses selama setahun ini, X-5 akhirnya tiba di halaman terakhir bab kelas X. Kisah ini bukan melulu tentang tumpukan kenangan, melainkan juga tentang bagaimana mereka saling merangkul untuk bertumbuh bersama. Dengan semua pelajaran berharga yang telah dipetik, TAKO kini siap melangkah mantap menuju kelas XI. Karena pada akhirnya, TAKO isn’t just a class, it’s a beautiful place that we’ll always remember.

Jurnalis:

Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5

Eleora Leonie Timothy Kelas X-5

Foto:

Nathania Sophie Purwoadi Kelas X-5

Eleora Leonie Timothy Kelas X-5