
Tanggal 29 Oktober hingga 5 November 2024 menciptakan kisah yang tidak akan dilupakan oleh kakak kelas XII. Eee, kenapa begitu? Karena pada tanggal-tanggal tersebut menjadi kebersamaan 2 hari 1 malam kelas mereka masing-masing ‘tuk terakhir kalinya. Setelah melewati Birontal di kelas X dan Seksualitas di kelas XI, Bimkar ini menjadi puncak kegiatan Pastoral Care mereka. Bimbingan Karir diadakan guna membimbing para murid tahun terakhir dalam memutuskan tujuan mereka setelah lulus. Mau kuliah? Mau kerja? Barangkali, nikah? Untungnya, kebanyakan pilih kuliah sih.. No nikah-nikah dulu..
Kegiatan ini diadakan di Perkebunan Renteng Kedaton Kecamatan Panti, Jember. By the way, kenapa di Renteng ya? “Sebenarnya sekolah kita memang ‘langganan’ di sini atau di Rayap. Untuk kelas XII memang biasa di sini,” ujar Ibu Lucia Clarissa Arens, S.E. Bimkar dimulai oleh para murid kelas XII IPS 1 dan ditutup oleh kelas XII IPS 3. Wah asyik pasti yaa? Jangan ditanya, sobat. Dijamin 100% asyik dan sulit untuk dilupakan!
Nah, kira-kira para senior kita ngapain aja di sana?? Sebelum ke Perkebunan Renteng Kedaton, mereka berkumpul di sekolah pukul 14.00 WIB. Dua mobil besar membawa mereka menyeberangi sungai, melewati lembah, dan hutan. Akhirnya, sampailah mereka di rumah dinas Perkebunan Renteng Kedaton. Di depan pintu rumah dinas tersebut, para senior kita disambut oleh Romo Kristoforus Rawi, S.Fil., M.Th., Ibu Lucia Clarissa Arens, S.E., dan Diakon Bintang Sinenggal O.Carm. Cuma bertiga nieh? Yeuu meski pembimbing kali ini hanya tiga orang, tetap menyenangkan. Dann, kisah 2 hari 1 malam para senior kita dimulai dari sekarang!

Seperti bimbingan-bimbingan sebelumnya, dua hari ini akan jadi dua hari tanpa handphone! Soo, pengumpulan handphone dulu ya gusyy. Barulah mereka masuk ke acara inti dan akan berakhir di esok harinya.
Lima bulan lagi. “Lima bulan lagi, masa putih abu-abu kalian selesai,” ucap Ibu Lucia Clarissa Arens, S.E. saat membuka acara Bimkar kali ini. Aduhh, kelas XII ternyata masa tercepat di SMA. Beneran serasa naik Whoosh! Di sini, Ibu Clarissa yang akrab dipanggil Ibu Rissa menanyakan kepada para murid kelas XII seputar arah mereka setelah nanti lulus. Mau ke mana? Kuliah atau kerja? Di Jember atau luar Jember?
Setelah seribu pertanyaan dari Bu Rissa, saatnya Diakon Bintang menyapa dan siap bermain dengan mereka. Wahh bakal ngapain nih? Ayoyoo, ternyata penentuan petugas meja makan. Kelas dibagi menjadi lima kelompok dan gimsiap dimulai! Tiap-tiap kelompok diharuskan mengenal satu anggota dengan anggota lainnya dalam hal apapun. Seperti, tanggal dan bulan lahir, zodiak, makanan kesukaan, bahkan nomor sepatu. Mereka hanya diberi waktu lima menit untuk bertanya satu sama lain. Selanjutnya, mereka akan disuruh untuk berbaris urut sesuai dengan kriteria yang disebutkan oleh Diakon Bintang. Ketika salah, poin kelompok diminus sepuluh. Gimtak berhenti di sana saja lhoo… Kali ini, setiap kelompok disuruh untuk membuat suara dan gerakan yang menirukan suatu hewan. Permainan dimulai ketika Diakon Bintang menunjuk suatu kelompok, maka kelompok tersebut harus menampilkan suara dan gerakan mereka. Jika kelompok lain kedapatan tertawa atau bergerak tanpa adanya gestur tangan dari Diakon Bintang, maka kelompok akan di-minus. Miaw, miaw, Gug, Gug… Hahaha.. Ruangan terasa seperti kebun binatang yaa..
Tidak terasa, sekarang waktunya pemaparan materi oleh Romo Kristo. Romo Kristo menjelaskan seputar tujuh ciri seorang yang siap bekerja, antara lain: proaktif, punya tujuan, punya prioritas, berpikir menang-menang, memahami orang lain baru dipahami, bersinergi, dan mau memperbaharui diri. “Bekerja itu mau bersinergi dengan orang lain. Ibaratnya sapu lidi, kita hanyalah sebuah lidi bila berdiri sendiri,” ujar Romo Kristo.
Tenang tenang! Materi diselingi dengan games kecil-kecilan lagi~ Kali ini, murid-murid diajak untuk menyusun balok-balok bricks. “Terserah apa pun itu sesuai dengan kreativitas kalian,” Diakon Bintang mengarahkan. Eitss, tentu masih berhubung dengan pekerjaan. Waktu berlalu hingga pukul enam. Murid-murid sudah selesai dengan karya kelompoknya masing-masing. Ada yang berbentuk mobil, robot, tangga hingga cyborg. Penjelasannya pun keren-keren!
“Robot kami punya sayap kanan yang lebih besar. Hal ini menggambarkan pentingnya otak kanan, otak kreatif dalam melakukan sebuah pekerjaan,” Justine Owen Kelas XII MIPA 4 menjelaskan robot milik kelompoknya. Unexpected ya!! Terpikir sampai situ woww.. Terbukti bahwa jiwa pekerja senior-senior kita jempolan, ya.

Hoammm hari kedua pun tiba ya guys. Seperti biasa, bimbingan tanpa senam pagi tidak akan lengkap rasanya. Setelah itu, mereka pun lanjut sarapan dan siap–siap untuk mengikuti outbound yang paling dinanti-nanti dari kegiatan ini!
Outbound dimulai sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Dalam satu kelas, mereka dibagi menjadi 3 kelompok yang nanti akan diberi warna slayer yang berbeda-beda. Hohoho, ada yang menarik, mereka berangkat dengan dibekali dua bambu panjang dan dua bambu pendek yang nanti dirakit menjadi sesuatu..Ihihi, adik-adik kelas X dan XI cari tahu sendiri saat bimbingan karir nantinya, ya! Pokoknya seru deh!
“Duh, udah terakhir ya..”
“Tadi outboundnya kita ribut sendiri. Bingung udah pada kepleset “
“Makanannya enak!”
“Ini asyik sih. Kayanya kelas ini paling kuingat ketimbang kelas X dan XII”
Dan.. Selesai sudah kisah ‘Cinta satu malam’ murid senior ini. Sungguh tak terasa, ya. Kami semua pulang dengan perasaan bahagia. Sebelum mengakhiri acara, kami bersalaman satu sama lain. “Sukses ya,” kami bersahut-sahut. Rasa haru tak luput dari hati kami. Semoga mimpi-mimpi kami dapat menjadi kenyataan ya! Terima kasih untuk kenangan indah ini! Bertemu lagi di kisah seru lainnya~
Jurnalis:
Hildegardis Raras Kelas XII MIPA 1/13/12097
Asher Yedijah Kelas XII MIPA 1
Jonita Shaquandra Kelas XII MIPA 4
Arera Chrystallodya Kelas XII IPS 2
Foto:
Sie dokumentasi







