Menjaga Bumi dari Lingkungan Sekolah

“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” (Kejadian 2:15 TB)

Hey heyy, SaintPaulers!

Menjaga lingkungan itu bukan sekadar soal membuang sampah pada tempatnya, melainkan juga tentang bagaimana kita bisa menciptakan ekosistem sekolah yang lebih hijau dan asri. Nah, pada Jumat (18/09/2026) lalu, SMAK Santo Paulus Jember mengadakan pembekalan khusus bagi Tim Adiwiyata di aula sekolah. Kira-kira, apa saja ya yang dibahas di sana? Yuk, langsung simak ulasannya!

Sebelum terjun langsung menjalankan tugas, para anggota Tim Adiwiyata diajak untuk berkenalan lebih dekat dengan makna Adiwiyata itu sendiri. Dalam sesi pembekalan, Bruder menjelaskan bahwa kata Adiwiyata berasal dari kata adi yang berarti baik atau agung, dan wiyata yang berarti tempat. Jadi, secara sederhana, Adiwiyata adalah upaya kita bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang baik, sehat, dan nyaman untuk semua warga sekolah. Sounds simple, right? Namun, ternyata ada hal yang jauh lebih krusial di baliknya.

Menjaga lingkungan tentu tidak berhenti pada prinsip “yang penting halaman sekolah terlihat bersih”. Para siswa diajak untuk memandang persoalan lingkungan dari perspektif yang lebih luas. Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak langsung bagi orang lain di kemudian hari. Contoh sederhananya adalah penanganan sampah. Jika tidak dikelola dengan benar, tumpukan sampah dapat menghasilkan gas metana yang mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran. Jadi, masalah sampah bukan cuma bikin pemandangan kotor, lho!

Selain sampah, krisis air bersih juga menjadi sorotan utama. Dalam pembekalan tersebut, para siswa diingatkan bahwa krisis air bersih diperkirakan dapat menjadi ancaman serius pada masa depan, bahkan diprediksi mulai terjadi sekitar tahun 2030. Waduh, berarti aksi menjaga lingkungan memang sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, ya, SaintPaulers?

Lantas, langkah nyata apa yang bisa kita ambil? Tidak perlu menunggu sampai bisa melakukan hal-hal besar! Kita bisa memulainya dari kebiasaan kecil sehari-hari: membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya, menghemat penggunaan air, hingga memupuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jika setiap individu mau mengambil peran kecilnya masing-masing, lingkungan sekolah yang sehat dan hijau bukan lagi sekadar wacana manis.

Lalu, apa sebenarnya tujuan utama di balik penyelenggaraan kegiatan ini?

“Tentunya untuk memberikan pemahaman kepada para siswa yang telah terpilih mengenai program kerja, tujuan utama, serta pembagian tugas dalam Tim Adiwiyata ini,” jelas Bu Dina Putu Ayu K., S.Pd.

Melalui pembekalan ini, kita belajar bahwa menjadi bagian dari Adiwiyata bukan cuma soal mengejar tampilan sekolah yang bersih dan hijau. Lebih dari itu, tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga bumi demi kenyamanan dan keberlangsungan hidup bersama. Jadi, mulai sekarang, coba refleksikan kembali kebiasaan harian kita. Apakah kita sudah ikut menjaga lingkungan, atau masih nyaman jadi tim “nanti aja dibuangnya”?

Yuk, bersama-sama kita wujudkan SMAK Santo Paulus Jember menjadi sekolah yang tidak hanya hijau secara fisik, tetapi juga diisi oleh warga sekolah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Sebab, bumi ini milik kita bersama masa menjaganya harus menunggu disuruh?

Jurnalis:

Eleora Leonie Timothy

Josephine Patricia Zendrato

Foto:

Eleora Leonie Timothy

Evelyn Natalia Putra

Felicia Natalie Laksmana