Memaksimalkan Potensi Melalui Tim Lomba

Rabu (22/07/2026) dan Kamis (23/07/2026), seusai bel pulang berbunyi, murid-murid SMA Katolik Santo Paulus tampak masih bertahan di sekolah. Bukan karena sengaja ingin nongkrong berlama-lama, melainkan karena mereka sedang mengikuti seleksi Tim Lomba (TL) untuk tahun ajaran 2026/2027. Uniknya, aturan seleksi tahun ini menetapkan bahwa setiap murid hanya boleh memilih maksimal dua cabang lomba.

Menariknya lagi, murid yang terpilih berdasarkan prestasi rapor wajib memilih cabang TL akademik seperti Matematika, Fisika, atau Kimia sebagai pilihan pertama mereka. Baru pada pilihan kedua, mereka diberi kebebasan penuh! Mereka boleh memilih cabang nonakademik seperti futsal atau tetap fokus di cabang akademik lainnya. Wah, ternyata nilai rapor bisa langsung menjadi “tiket” untuk mengikuti lomba, ya! Seru banget, kan?

Selama proses seleksi berlangsung, suasana terasa begitu hidup. Murid-murid yang memilih jalur akademik tampak asyik berkutat dengan lembaran soal, mulai dari hitungan rumit hingga analisis teks bahasa asing. Sementara itu di area lapangan, teman-teman yang mengambil pilihan kedua nonakademik sudah bersiap dengan sepatu olahraga dan raket masing-masing.

Karena adanya batasan maksimal dua pilihan, para murid dituntut pintar menentukan prioritas sesuai keahlian. Ada yang mantap memilih Kimia dan Geografi sekaligus, ada pula yang menyisipkan futsal sebagai penyegar setelah memeras otak di cabang Fisika. Pertimbangan nilai rapor tahun ini sukses menyuntikkan rasa percaya diri ekstra bagi para peserta jalur akademik, sebab usaha keras mereka di kelas selama ini terbayar tuntas.

Meski seleksi telah usai, antusiasme para murid belum juga surut. Mereka masih ramai berdiskusi membahas jawaban soal, bertukar cerita tentang tingkat kesulitan ujian, hingga mengulas hasil uji coba di lapangan. Yang pasti, sistem dua pilihan ini terbukti efektif mengurangi kebingungan sekaligus memberi ruang bagi murid untuk mengeksplorasi minat ganda mereka.

Lantas, bagaimana ya pandangan para calon anggota terhadap seleksi Tim Lomba yang mereka ikuti? “Bagi saya, Tim Lomba bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan tentang proses untuk bertumbuh. Saya berharap bisa belajar, menempa kemampuan, membangun kerja sama yang baik, dan bersama-sama membawa nama sekolah agar makin dikenal melalui deretan prestasi,” ungkap Cornelius Yudhistira Prasetya, murid yang mengikuti seleksi TL Bahasa Indonesia dan futsal.

Melalui seleksi yang seru ini, terlihat jelas betapa membaranya semangat murid-murid SMA Katolik Santo Paulus dalam mengasah potensi demi mengharumkan nama sekolah. Aturan dua pilihan ini pun terbukti ampuh membuat setiap peserta dapat mengeksplorasi bakat mereka secara maksimal. So, buat kalian para calon anggota TL 2026/2027, tetap semangat ya! Mari kita dukung terus perjuangan teman-teman dan bersiap menyambut deretan prestasi baru!

Jurnalis:

Michelle Kaylyn Nathania

Patricia Lorenza Handoko

Foto: 

Nathania Sophie Purwoadi

Sesilia Atyantika