
Eyyow, SaintPaulers! Kali ini kita gak lagi bahas kelas yang paling luar biasa, melainkan kelas yang benar-benar di luar kebiasaan, yakni kelas X-4 atau yang sering dipanggil CEPEK, singkatan dari Circle sEpuluh emPat Epic berKelas! Sudah keren namanya, tetapi katanya CEPEK itu juga “kelas yang sempurna”. Bingung? Sama, kita juga penasaran seperti apa sih isi kelas ini sampai namanya terpampang epic banget. Yuk, simak sampai habis!
Nah, kita mulai dari pengalaman berkesan dari CEPEK dulu yah! Salah satu pengalaman paling berkesan dari CEPEK adalah ketika mereka menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat toleransi. Siapa sangka, di kelas sekacau dan se-epic ini, justru tumbuh semangat kebersamaan yang luar biasa. Semua berawal dari ide sang Wali Kelas mereka, yakni Bagus Adi Prasetyo, S.Pd., yang kerap disapa dengan sebutan Pak Bagus. Beliau mengajak murid-muridnya a.k.a CEPEK untuk berbagi takjil. Responnya? Langsung gercep dong! CEPEK segera membentuk panitia untuk mengatur pengeluaran, persiapan, hingga teknis pelaksanaan.

Tepat pada hari Jumat, (07/03/2025), CEPEK bersama Pak Bagus melaksanakan aksi mereka yang bertempat di depan Tea Break, Ruko JBC, Jalan Trunojoyo, Jember. Takjil yang mereka persiapkan dengan penuh semangat pun ludes dalam sekejap. “Pengalaman ini bener-bener memorable banget sih, karena kita bisa bersama-sama mewujudkan rasa toleransi dengan umat Muslim tanpa pandang latar belakang mereka, terlebih di bulan suci Ramadhan ini,” ucap Felicia Evelyne.
Tapi tunggu dulu, ini baru satu sisi dari CEPEK. Di balik momen penuh toleransi tadi, ada juga cerita yang bikin ngakak dan geleng-geleng kepala. Kira-kira apa yah? 🤔
Kalau diingat-ingat lagi, di tengah-tengah semester gasal kemarin, CEPEK tiba-tiba mengunggah video di Instagram mereka yang isinya wawancara antara salah satu murid yang bernama Nathaniel Ryu S./C.4 dengan wali kelas mereka. Murid energetik ini menanyakan bagaimana kondisi kelas. Pak Bagus menjawab bahwa kelasnya sangat alim. Wah, kebalik banget sama deskripsi Wali Kelasnya! Di video itu, para murid CEPEK sibuk meributkan apa aja. Yap, benar-benar meributkan apa pun! Mulai dari gelut sampai perang sapu, sesuai kebiasaan mereka di luar video. Mereka tertawa terbahak-bahak dan bersorak kalau ada teman yang kena poin pelanggaran. Pokoknya, suasananya rusuh banget, tetapi bukan rusuh yang bikin bete, malah jadi lucu dan akrab banget. Kira-kira siapa ya yang memberi ide untuk kejadian ini? Yuk kita tanya pada murid yang muncul dalam video tersebut!!
“Kami mendapatkan ide dari Wakil Ketua Kelas. Wakil Ketua kami suka main tiktok selama 25 jam/hari (hiperbola) hingga menemukan konten itu. Selain itu, kami memang kreatif. Kami memanfaatkan kekreatifan tersebut untuk meningkatkan followers dan engagement instagram kelas kami,” ucap Nathaniel Ryu S..
Usut punya usut, video kerusuhan kocak itu diunggah gara-gara CEPEK baru aja menyabet juara 1 dan juara 2 (pada bulan berbeda) untuk poin pelanggaran terbanyak di sekolah. Bayangkan aja, dua bulan dengan dua peringkat tertinggi atas catatan keusilan mereka. Duh, CEPEK ini memang gak pernah kalah gaya! Agar semakin “gaya”, yuk ditutup dengan kalimat berkesan!
“Kebersamaan membuat kegiatan-kegiatan kami berharga dan tak terlupakan. Harapannya, CEPEK tak hanya sekedar nama namun menjadikan pengingat atau simbol kebersamaan murid X.4. Semoga kita tetap dapat berinteraksi walau sudah terpisah,” ucap Nathaniel Ryu S. kelas X.4
Jurnalis:
Violita Cahyadi Kelas X-1
Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Foto:CEPEK’s Documentary







