
“Belajar sejarah bikin ngantuk!” Eitss itu nggak berlaku di SMAK Santo Paulus, karena pembelajaran Sejarah di SMAK justru terasa sangat seru dan menyenangkan!
What’s up SaintPaulers! Pada Jumat (24/04/2026), kelas X diajak belajar sejarah di Lab IPS dengan suasana yang lebih santai namun tetap fokus. Materi tentang masuknya kerajaan Islam ke Nusantara disajikan dengan cara yang menarik, apalagi dengan bantuan TV yang menampilkan berbagai video, gambar, dan ilustrasi. Jadi, kita nggak cuma mendengarkan penjelasan, tapi juga bisa langsung “melihat” bagaimana sejarah itu terjadi! Penasaran kan, bagaimana serunya kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung? Let’s go, kita simak rangkaian lengkapnya!

Bersama Bapak Octo Seventiano Galih Angga Santosa, S.Pd., M.Pd., teman-teman kita kelas X diajak menyelami sejarah masuknya ajaran Islam ke Nusantara yang penuh dengan nilai toleransi. Nah, dengan begitu dalam pelajaran ini kita sekaligus mempelajari kunci persatuan lho, SaintPaulers! Saat itu, ajaran Islam menyebar secara perlahan melalui akulturasi budaya secara damai bersama masyarakat yang masih mempercayai ajaran Hindu, Buddha, bahkan tradisi praaksara. Menariknya, budaya yang sudah lama hidup tidak dihapus, melainkan dikemas sedemikian rupa dan disesuaikan dengan ajaran Islam tanpa menghilangkan orisinalitasnya. Proses akulturasi budaya ini membuktikan bahwa sejak zaman dahulu, bangsa kita sudah memiliki fondasi yang kuat untuk hidup berdampingan di tengah keberagaman, guys!

Nah, sebagaimana yang kita ketahui, hal ini dirasakan pula di zaman sekarang. Di mana terdapat banyak sekali perbedaan: suku, ras, agama, etnis, dll. So, SaintPaulers… Kira-kira gimana ya cara kita menghadapi perbedaan tersebut? “Perbedaan tersebut dapat dihadapi dengan bagaimana cara kita menyikapinya. Jika kita menyikapinya dengan bijak, percampuran budaya justru membuat kita bisa hidup berdampingan dengan damai. Sangat penting bagi kita untuk terus memahami keragaman budaya yang ada di Indonesia demi menjaga toleransi dan kerukunan. Dengan saling menjaga dan mengerti perbedaan tersebut, kita bisa mencegah perpecahan dan memastikan keutuhan bangsa serta negara tetap terjaga,” ujar Bapak Octo Seventiano Galih Angga Santosa, S.Pd., M.Pd.
Akhirnya, dari pembelajaran ini kita jadi tahu bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tapi juga penuh dengan nilai kehidupan yang masih relevan sampai sekarang. Mulai dari toleransi, cara beradaptasi, hingga pentingnya persatuan dalam menghadapi perbedaan. Dengan metode pembelajaran yang seru dan interaktif seperti ini, belajar sejarah menjadi terasa lebih menyenangkan dan jauh dari kata membosankan. Jadi, nggak ada alasan lagi untuk bilang “sejarah bikin ngantuk”, ya SaintPaulers!😎
See you di cerita seru pembelajaran berikutnya!💫
Jurnalis:
Eleora Leonie Timothy Kelas X-5
Josepha Ernesta Regina Ticoalu Kelas X-6
Shera Abigail Putrivian Kelas X-6
Foto:
Shera Abigail Putrivian Kelas X-6
Josepha Ernesta Regina Ticoalu Kelas X-6
Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5






