Pasukan Hijau Sepatu Merah!

Haii SaintPaulerss!! Masih membahas seputar kelas nih. Nah, sekarang kita akan membahas kelas Sepatu Merah. Kelas yang pernah mendapat pengalaman berharga. Berhasil mendapatkan poin prestasi banyak? Biasaa. Poin minus sekelas? Ini nih yang ga biasa. Ini nih, kelas yang juga dikenal dengan julukan Si Rompi Hijau Sekelas. Emangnya kenapa mereka sampai dikenai sanksi rompi hijau sekelas? Sini intip kisahnya!

Rompi sekelas kok kayaknya horor ya? Apa bener karena mereka nakal? Eitss ternyata ada cerita di balik itu semua, kawan. Pada tanggal 27 Mei 2025, di pelajaran Sinematografi, kelas ini rupanya melalaikan tugasnya dengan tidak melakukan konfirmasi saat guru tidak hadir di kelas. Tau ga sihh apa yang mereka lakukan?? Mereka yang seharusnya memanggil guru pengganti ternyata justru bermain HP. Ckckck, biasalah Gen Z!

Awalnya sih peristiwa ini seakan tidak menimbulkan masalah lho. Tapi, ternyata kelalaian sekecil ini bisa menuai beragam reaksi, mulai dari kesedihan hingga kesadaran mendalam. Namun, satu hal yang jelas, ini bukan hanya soal hukuman. Ini adalah soal tanggung jawab. Satu kelas dikenai hukuman sebab melanggar MB-25 yang berisi murid tanpa izin menggunakan handphone.

Gaess, kalian perlu tau ya kalo hukuman ini bukan semata-mata untuk membuat jera, tetapi menjadi pelajaran berharga terkait tentang pentingnya berpikir sebelum bertindak. Hebatnya itu, mereka semua telah merefleksikan kesalahan tersebut lho.

“Saya belajar bahwa kita jangan pernah meremehkan tindakan kecil yang salah, apalagi jika dilakukan rame-rame. Kami pun sudah bertanggung jawab dan mendapat konsekuensi dari kesalahan tersebut. Karena jika dilakukan bersama, maka risikonya pun harus ditanggung bersama,” ujar Nicolas Ingri Santoso.

Nahh, dari kisah mereka kita kita tahu bahwa rompi hijau bukan cuma hukuman, tetapi menjadi simbol perubahan. Sepatu merah telah belajar bahwa satu langkah keliru bisa berdampak besar, apalagi jika dilakukannya barengan! Tapi, di sini kita bukan menggarisbawahi kesalahan mereka melainkan kita perlu melihat bagaimana mereka memilih untuk bangkit dan memperbaiki diri. Mereka menunjukkan bahwa dari setiap kesalahan, selalu ada ruang untuk bertumbuh.

Semangat terus ya, Sepatu Merah! Jangan biarkan satu kesalahan mendefinisikan siapa kalian, tapi biarkan perubahan kalian jadi inspirasi untuk kalian semua!

Jalan-jalan beli mangga

Jangan lupa sapa-sapa

Ada suka, ada duka

Tetap semangat dan sampai jumpa

Bye bye~

Jurnalis:

Angelique Priscilla Wijaya Kelas XI IPS 3

Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2

Richelle Valerie Caron Kelas XI MIPA 4

Robbi Fadli Ari Seto Kelas XI MIPA 2

Foto:

Dokumentasi pribadi