
Eyyow, SaintPaulers! Satu jam seusai acara P5 kelas X yang menyita tenaga, suasana di lab. IPS tiba-tiba berubah lho guys! Ada apa ya kok tiba-tiba ada suara-suara? Ternyata setelah diselidiki, suara itu bukan karena ada kegiatan e-sport seperti biasanya lho. Tetapi ini adalah suasana seleksi Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) yang sudah menanti di depan mata. Penasaran apa aja yang terjadi? Yuk, baca sampai tuntas!
Pada Selasa (27/05/2025), enam murid dari dua tim debat sengaja dikumpulkan di lab IPS oleh Bapak Ujang Sarwono, S.Pd. untuk memperebutkan satu slot mewakili SMA Katolik Santo Paulus Jember di ajang tahunan LDBI. Mereka adalah Winnie Lyn Suwandi kelas X-1, Patricia Lorenza Handoko kelas X-5, Dominica Tjiu kelas X-7, Jennifer Evelyn kelas XI MIPA 1, Mikhael Wijaya Harianto kelas XI MIPA 1, dan Frans Edward Manik kelas XI IPS 2. Nama-nama yang terdengar saat latihan kini diuji secara langsung lho oleh tiga guru Bahasa Indonesia mereka. Deg-degan ga si?? Pastinya deg-degan dong ya. Tapi ini merupakan ajang bagi mereka semua untuk menentukan kelompok yang terbaik dari yang paling baik.

Nah, seleksi kali ini dilaksanakan dalam dua sesi yang tentunya panas banget! Dimulai dengan sesi pertama, di mana kedua tim menyampaikan argumen yang pernah mereka gunakan di mosi lomba sebelumnya. Nah akhirnya, tiba giliran sesi yang paling menarik, guys. Pak Ujang, selaku Pembina Tim Lomba Bahasa Indonesia memberikan mosi secara spontan yang beliau temukan, yaitu ‘Penggunaan Cukai Rokok untuk Menutup Anggaran BPJS’. Setelah melakukan pembagian posisi, mereka diberikan waktu 15 menit untuk case building, tanpa bantuan informasi handphone! Sesi ini benar-benar mengasah logika spontan sekaligus kemampuan berkolaborasi di bawah tekanan.
Wahh, menarik banget ya perdebatan ini! Kira-kira tujuan kegiatan ini apa ya? Apakah semata-mata mencari perwakilan untuk mengikuti ajang lomba? Mari kita tanyakan pada pembina mereka, Pak Ujang.
Jawabnya, “Kegiatan ini dapat dikatakan lebih dari sebuah seleksi. Saya rasa, ini wadah untuk membuka ruang para murid berpikir kritis terhadap masalah sosial di sekitarnya. Semoga mereka dapat meningkatkan wawasan dan pemikiran kritis.”

Benar juga apa yang dikatakan oleh Pak Ujang mengenai seleksi Tim Lomba Bahasa dan Sastra Indonesia hari ini. Selain membuka ruang untuk berpikir kritis, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan public speaking teman-teman Tim Lomba loh! Awalnya sih pasti takut dan malu ya, tetapi pada akhirnya semua menjadi handal dan memiliki chemistry dalam dunia perdebatan.
Meskipun ikut tim lomba Bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah, teman-teman dari tim lomba ini selalu bersemangat dalam mengembangkan kemampuannya. Tak peduli tantangan apapun yang hadapi, mereka selalu menjalaninya dengan penuh tekad dan saling menyemangati. Nah, dari sini kita bisa belajar bahwa kita semua harus memiliki tekad dan semangat juang dalam mencapai sesuatu yang diingini. Tidak perlu pesimis, jalani saja, dan tetap mencoba! Semangat guys!! Semoga usaha kalian membuahkan hasil yang terbaik bagi SMA Katolik Santo Paulus 😉
Jurnalis:
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Winnie Lyn Suwandi X-1
Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5







