
Saleum teuka, kanca-kanca. Kumaha kabarna? Ehh, jadi collab. Hehehe.
Sadar ngga, sih, SaintPaulers, kalo di Indonesia ngga cuma bahasa aja yang punya ciri khas. Namun, makanan di setiap daerah juga memiliki ciri khasnya masing-masing. Keberagaman dalam makanan ini meliputi keberagaman bahan baku, proses pembuatan, hingga cara penyajiannya.
Hal yang lebih seru lagi, ternyata murid SMAK Santo Paulus beruntung sekali karena berkesempatan untuk mempelajari keragaman makanan Nusantara melalui pelajaran PKWU yang didampingi oleh Ibu Caecilia Ari Probowati, A.Md. Dalam salah satu kompetensi dasar-nya, kita akan menemukan materi tentang proses pembuatan makanan khas daerah, mulai dari mempersiapkan alat dan bahan sampai dengan proses penyajiannya.

Lalu, apa sih tujuan dari praktik memasak makanan daerah ini? Makanan daerah merupakan salah satu peninggalan budaya dari nenek moyang yang perlu dilestarikan dan dikembangkan supaya budaya yang tak ternilai harganya tersebut tidak hilang lenyap karena masuknya budaya asing. Udah pada penasaran, belum, nih, gimana para senior terjun langsung dalam melestarikan budaya Indonesia terkhusus makanan daerah?

Dengan segala persiapan yang sudah dimatangkan, dalam waktu dua jam pelajaran atau setara dengan 80 menit, para master chef junior dengan sat set mulai bergerak. Terlihat ada yang mencuci, memotong, dan mengupas bahan-bahan. Ada yang terburu-buru, ada juga yang santuuy. Sementara itu, Ibu Caecil berkeliling dan mengamati progress dari para koki muda tersebut. Beliau juga membantu kelompok-kelompok yang mengalami kesulitan atau kelompok yang berada dalam fase kebingungan. Dengan demikian, para murid tidak hanya belajar dari pengalaman tetapi juga dari beliau yang mengajarkan langsung pada saat praktik.
“Ayoooo, waktunya tinggal 10 menit!” Itu adalah seruan yang membuat seisi ruang tata boga panik. Para murid bergegas mengangkat dan menyajikan makanan yang mereka buat selama 1 jam 10 menit itu. Mereka meletakkan dan menghias sedemikian rupa di atas piring saji yang indah. Tidak hanya piring dan menu, meja yang akan mereka gunakan untuk foto juga diberi dekorasi agar gambar yang didapat bisa estetik. Ihihi.

Gimana-gimana? Kurang seru apa coba, ya kan, jadi murid kelas XII?? Memasak merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalani hidup. Oleh karena itu, marilah kita mengembangkan kemampuan diri agar bisa dimanfaatkan sebagai bekal untuk masa depan.
Jurnalis:
Cheerly Tannia Hartono Kelas XII MIPA 1/4
Arum Dewi Hapsari Kelas XII MIPA 2/1
Foto:
Cliff Immanuel Randy Gunawan Kelas XII MIPA 1/7
Arum Dewi Hapsari Kelas XII MIPA 2/1







