Welcome to TKA Season!

“Breaking News: Pemerintah resmikan pelaksanaan TKA bagi kelas 12 di tahun 2025!”

Beberapa bulan lalu, para murid kelas 12 dikagetkan dengan program baru dari pemerintah dalam bidang asesmen. Sejak pergantian menteri Pendidikan, digulirkan regulasi baru terkait penilaian bagi para murid kelas 12 yang akan melangkah ke perguruan tinggi negeri. Bener banget! program ini dikenal dengan sebutan TKA (Tes Kemampuan Akademik). Program ini mulai diperkenalkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan di Indonesia. Banyak yang bertanya-tanya, “Apa sih bedanya dengan ujian sebelumnya?” Nah, TKA ini dirancang untuk lebih fokus pada kemampuan berpikir, bukan sekadar hafalan.

Jadi, tes ini bakal jadi kesempatan buat nunjukin cara kalian memahami, menganalisis, dan memecahkan masalah dalam berbagai konteks. Di balik kata ujian, ada tujuan besar buat mempersiapkan kita jadi generasi yang siap menghadapi tantangan akademik ke depan. Pendidikan bukan hanya soal apa yang kita ketahui, tetapi bagaimana kita berpikir.

Inilah salah satu prinsip yang melandasi pelaksanaan TKA. Menurut Pusmendik (Pusat Asesmen Pendidikan), TKA dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandard. Tes ini dibuat dengan tujuan untuk menjamin keadilan dan menghindari kecurangan input nilai rapor semester. So, TKA ini dilakukan secara merata bagi semua siswa-siswi di seluruh Indonesia.

Hari Rabu dan Kamis di bulan November, para murid kelas 12 yang mendaftarkan diri mengikuti TKA mengikuti ujian dalam dua gelombang. Baik hari pertama maupun hari kedua, mereka dibagi menjadi tiga sesi. Hari pertama mereka mengerjakan mata pelajaran wajib seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Lalu hari kedua bidangnya apa? Ternyata beda-beda lhoo, sesuai dengan mata pelajaran yang mereka pilih atau pendukung jurusan kuliah mereka. Misalnya saja seperti Dylan Inado T. kelas XIA2 yang mengambil mata pelajaran Ekonomi dan Sosiologi. Kira-kira bagaimana ya pengalamannya? Apakah semengerikan itu? 

“Ikut TKA tuh rasanya campur aduk banget. Awal masuk ruang ujian udah deg-degan, takut soalnya bikin pusing. Pas mulai ngerjain, ternyata beneran sulit, beberapa soal lumayan bikin mikir keras, tapi seru juga karena jadi berasa diuji kemampuan beneran, bukan sekadar ngisi soal biasa walaupun banyak yang susah sih. Walau sempet ngerasa mentok di beberapa soal, pengalaman ini bikin aku sadar kalau persiapan itu penting banget. Setelah selesai, ada rasa lega plus bangga juga karena udah berjuang sampai akhir semoga masuk universitas yang aku impikan amin,” ucapnya. 

Wahh, semoga Dylan dan teman-teman lainnya bisa mendapatkan hasil yang memuaskan yaa. Semangat dan sukses selalu agit!! Sampai jumpa!

Jurnalis:

Sherly Octavia Pangestu Kelas XII IPS 3

Jennifer Evelyn kelas XII MIPA 2

Foto: Dokumentasi Panitia