Sediakan Layanan Vaksin bagi Murid

Bekerja sama dengan KODIM, Puskesmas Jember Kidul, dan Rumah Sakit DKT Jember, SMAK Santo Paulus Kembali memberikan pelayanan pemberian vaksin. Kali ini, panitia menyediakan kuota sebanyak seratus lima puluh penerima vaksin. Jumlah ini dibagi ke dalam tiga kelompok yakni kepada murid SMP mitra, murid SMAK Santo Paulus, dan masyarakat umum yang terdiri dari alumni dan kerabat dari murid dan guru.

Pemberian layanan vaksin merupaan upaya sekolah untuk memastikan para murid SMAK Santo Paulus tervksin seratus persen. “Sejauh ini yang sudah menerima vaksin dosis 1 tercatat ada 388 murid, sedangkan yangg sudah lengkap dosis 1 dan 2 sebanyak 203 murid,” terang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Elizabeth Enie R.Y.S., S.Si., S.Pd. Berangkat dari data inilah sekolah terus berupaya agar para murid menerima vaksin sebagai upaya preventif penularan virus.

Pelayanan pemberian vaksin yang diselenggarakan di Gor SMAK Santo Paulus juga mendapat respon positif dari orang tua murid. Salah satunya datang dari orang tua murid yang datag mendampingi putranya untuk menerima vaksin. “Pelayanan semacam inilah yang saya harapkan. Semua tertata alurnya, tidak antre dan berjubel, dan membuat kami terlayani dengan baik,” ungkap salah satu orang tua murid dari sekolah mitra yang datang. Pelayanan vaksin yang dimulai pukul 07.00 WIB ini juga menjadi perhatian serius kepala sekolah yang ingin memastikan semua warga sekolah telah menerima vaksin.

Pemebrian vaksin memang tidak serta merat dapat diterima oleh para murid. Buktinya, ada beberapa murid dari sekolah mitra yang terpaksa belum bisa menerima vaksin karena beberapa kendala. Salah satunya yang dialami oleh salah seorang murid dari SMA Kartika sebagai salah satu peserta vaksin. “Saya belum boleh menerima karena pernah mengalami tidak mencium bau. Saya diminta untuk tes lebih dulu sebelum menerima vaksin,” ujarnya.

Hal ini senada dengan syarat penerimaan vaksin. Syarat penerima vaksin dosis 1 yakni umur minimal 12 tahun, belum pernah divaksin, sehat bebas covid, jika pernah terkena covid minimal tiga bulan setelah dinyatakan sembuh. Sedangkan syarat dosis kedua yakni berbadan sehat, bebas covid, sudah melaksanakan vaksin dosis 1 dengan jarak yang sudah sesuai dengan ketentuan.

Sekolah memiliki harapan, semua warga sekolah sudah menerima vaksin untuk menghadapi kemungkinan tertular virus. Hal ini bukan tanpa alasan, beberapa murid dan warga sekolah pernah merasakan terpapar covid. Pemberian vaksin diharapkan mampu menjadi benteng agar tidak mengalami dampak yang berbahaya.

Penulis : Ujang Sarwono, S.Pd.