Riset Bahasa Ala Murid Kelas XI

“Menulis adalah cara berpikir di atas kertas.”

— William Zinsser

Sudah sejak awal semester ini, semua murid kelas XI disibukkan dengan salah satu mata pelajaran yang menuntut mereka untuk menulis. Bukan menulis biasa, mereka diminta fokus untuk menulis tentang tema kebahasaan. Ya, apa lagi kalau bukan tentang Karya Tulis Ilmiah alias KTI. Sedikit terdengar formal, tapi di balik itu menyimpan keseruan dan hal yang fundamental sekali. Penyusunan KTI ini sebagai tahap awal atau latihan untuk proses menulis karya tulis ilmiah yang lebih mendalam pada kelas XII nanti. Yuk simak seperti apa serba-serbinya mereka.

KTI yang digarap kelas XI kali ini fokus pada satu bidang, kebahasaan. Melalui KTI ini, para murid kelas XI diajak untuk berpikir dan mengamati secara serius tentang satu hal, kebahasaan. Mulai dari penggunaan singkatan, kata baku, penggunaan imbuhan, bahasa slang, hingga pada pembahasan yang jarang kita dengar seperti alih kode dan campur kode. Proses penyusunan KTI tentu bukanlah hal yang instan. Pertama-tama, para murid diajarkan untuk membuat hal yang paling sederhana, yakni judul. Setelah itu, mereka diajak untuk menyusun rumusan masalah dan akhirnya tiba di sesi mengeksekusi KTI. Di sinilah kemampuan berpikir secara logis dan kritis para murid diuji. Menulis tak hanya sekadar menuangkan kata, tetapi juga mengolah informasi serta argumen.

Nah, sekarang kita dengarkan yuk curhatan berbobot dari salah satu murid yang sedang berjuang di balik layar laptopnya! “Pengerjaan KTI di kelas XI ini penting banget karena ini melatih kami untuk bisa merumuskan permasalahan dengan lebih cepat saat mengerjakan KTI di kelas XII nanti. Lalu, dengan ngerjain KTI di kelas XI ini, kami bisa tahu lebih awal gimana struktur penulisan KTI yang benar. Ini mempermudah kami yang ngerjakan KTI dan guru yang membimbing kami. Semua bekal yang diajarkan di kelas XI ini, mulai dari struktur, tata bahasa, hingga sistem penulisan KTI, dapat kami kuasai sebelumnya sehingga di kelas XII hanya perlu menerapkan dan menyempurnakan aja,” ungkap Hansel Genesius Chandra dari kelas XI-1.

Bagaimana, SaintPaulers? Ternyata bikin KTI gak se-mencekam itu, kan? Malah bikin kita makin jago dalam memahami Bahasa Indonesia. Belajar bahasa pun terbukti bukan cuma soal tanda baca dan aturan EYD yang kaku, melainkan bahan riset yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dari percakapan ringan sampai tulisan di majalah dan buku. Proses ini bukan sekadar tugas sekolah, tapi latihan berpikir kritis yang perlahan membentuk cara murid menyusun ide secara logis dan sistematis. Semangat terus buat para pejuang KTI kelas XI, ya! Gas terus sampai bulan April nanti!

Jurnalis:

Josephine Patricia Zendrato Kelas XI-2

Patricia Lorenza Handoko kelas XI-3

Aurentzia Veayviane Kelas XI-1

Foto:

Queenvie Faith Macailey Kelas XI-1