Pendampingan Sekolah Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka

Sudah menjadi rutinitas bagi sistem Pendidikan di Indonesia untuk selalu improve pembelajaran demi tercapainya tujuan Pendidikan yang baik.  Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Ditambah lagi di dalam kurikulum merdeka menambahkan pengembangan profil pelajar Pancasila yang menutamakan: kemandirian, beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis. Kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya akan diperkuat juga dengan kegiatan ekstrakulikuler. Pada dasarnya, maksud merdeka adalah tentang bakat dan minat. Di dalam kurikulum merdeka, siswa dapat memilih mata pelajaran yang paling mereka sukai dan bakat yang mereka miliki.

Tahun ini SMAK Santo Paulus diberi kepercayaan untuk menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka pada tahap Mandiri Belajar. Dengan diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat mengikuti kemampuan anak dengan melakukan tes diagnostik. Semua anak harus mendapat perhatian sehingga dapat berkembang sesuai dengan potensi anak dan belajar bukan dalam tekanan. Harapannya dengan dengan langkah awal ini semua warga sekolah termasuk TU yang memiliki akun belajar.id dapat masuk dalam aplikasi Merdeka Mengajar.  Guru dan siswa dapat belajar dengan menyenangkan. Perubahan kurikulum merdeka ini diharapkan mampu mengatasi krisis pendidikan dengan baik. Kurikulum merdeka diartikan sebagai suatu rancangan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan mengekspresikan bakatnya dalam lingkungan yang tenang, santai, menyenangkan, dan bebas stres. Adanya koordinasi semacam ini membuat guru SMAK Santo Paulus semakin semangat dalam mengimplementasikan penerapan kurikulum merdeka. Maka, diperlukan upaya konkrit berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) dan segala macam perangkat pendukungnya agar penerapan Kurikulum Merdeka tidak hanya menjadi sebuah branding dari pembuat kebijakan, namun benar-benar menjadi sebuah upaya agar pendidikan di Indonesia sesuai dengan tujuan Indonesia Merdeka.

Penulis:

Samuel Inrik Z.P.

Foto:

Gilang Kurniawan