Pembelajaran yang Edukatif dan Rekreatif

Proposal kegiatan cuma wacana ❌
Proposal kegiatan dilaksanakan ✅

Sejak pandemi Covid-19 mewabah, keseharian kita beralih ke dalam dunia daring. Kegiatan-kegiatan sekolah yang biasanya diadakan di luar kelas pun juga ditiadakan. Namun, bak cenayang, Bapak Ujang Sarwono S.Pd. atau yang biasa dikenal dengan Pak Ujang sanggup menghidupkan kembali kegiatan outdoor study yang telah dirindukan oleh para murid. Bertepatan dengan materi pembelajaran kelas 11 semester 2, yaitu KD 3.12 Mengidentifikasi informasi penting yang ada di dalam proposal kegiatan, Pak Ujang memutuskan untuk mengajak beberapa kelas yang diajarannya untuk mewujudkan acara yang telah disusun dalam proposal kegiatan mereka. Salah satu kelas yang diajar oleh Pak Ujang yaitu kelas 11 IPS 2, memutuskan untuk merealisasikan proposal kegiatan mereka dengan berkunjung ke TPA Pakusari pada tanggal 11 Februari lalu. Wahh, benar-benar ide yang tidak pernah terpikirkan bukan? Kira-kira apa saja kegiatan murid kelas 11 IPS 2 ketika berkunjung ke TPA Pakusari???


Ceritanya dimulai dari sini. Sesampainya di TPA Pakusari, para murid langsung diajak untuk menuju Jember Recycle Center dengan didampingi oleh wakil dari pihak TPA Pakusari, Bapak Hari Bagus Prasetyo. Tak lupa, beliau juga mengajak para murid untuk berkeliling di sekitar tempat pembuangan. Nggak heran ya bila tempat ini merupakan TPA terbesar di Kabupaten Jember karena sampah yang tertimbun di sini kurang lebih berjumlah 180 ton suplai sampah dari 17 kecamatan setiap harinya. Uniknya lagi, TPA ini juga membudidayakan pemakan sampah bernama maggot. Tujuan pembudidayaan maggot adalah untuk membantu penguraian limbah organik. Dalam kunjungannya ke TPA Pakusari kali ini, murid kelas 11 IPS 2 juga melibatkan Ibu Dina Putu Ayu S.Pd. sebagai pembicara utama mengenai berbagai hal tentang sampah.


Dengan anggaran yang cukup terbatas seperti yang tertulis dalam proposal, panitia pelaksana akhirnya berhasil menyusun acara yang edukatif dan sekaligus rekreatif. Melalui kegiatan ini, para murid tak hanya diajarkan untuk menyusun sebuah proposal kegiatan tetapi juga mempererat tali persaudaraan serta melihat kondisi tempat pembuangan sampah di sekitar kita secara langsung. “Kunjungan ini memperluas pengetahuan kami tentang sampah dan membuka perspektif baru bagi kami, anak-anak IPS bahwa permasalahan ini juga merupakan persoalan sosial yang harus segera diselesaikan,” ujar Viveldine, ketua panitia kegiatan.


Bagaimana dengan kita? Sudahkan peduli dengan keadaan lingkungan sekitar? Lalu, kepedulian seperti apakah yang sudah kita lakukan berkenaan dengan lingkungan sekitar? Semua bakalan terkupas tuntas dalam majalah First yang akan segera dirilis. Dijamin, kelas-kelas lain nggak kalah serunya, lho!!!

Mari kita peduli terhadap lingkungan sekitar kita, mulai dari hal-hal kecil dan sederhana.

Penulis:
Hillary Tannara Suryasamudra XI IPS2/11