
Pertama-tama, kita kenalan dulu sama materi P5 kelas 10 yukk. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau biasa disebut P5 membawakan tema besarnya yang pertama yaitu keberagaman. Keberagaman yang dipelajari berkaitan dengan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan). Tema kegiatan ini adalah “Bineka Tunggal Ika Beragam dalam Kasih” yang berarti meski kita masing-masing berbeda namun kita tetap satu dalam kebersamaan.
Oleh karena itu, pada hari Sabtu (21/10/2023), murid kelas 10 diajak untuk berkegiatan mengunjungi Brigif Raider 9/DY/2 Kostrad. Para murid berkumpul di sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dengan membawa bekal, topi, dan air minum. Untuk menuju ke sana, sekolah menyediakan 6 truk angkut TNI, 3 dari Yonif Raider 509 Kostrad dan 3 dari Brigif Raider 9/DY/2 Kostrad. Masing-masing truk angkut TNI tersebut berkapasistas 25-30 orang.
Kegiatan diawali dengan presensi, cek kesehatan, dan pembagian kelompok peserta. Lalu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya dan acara penyambutan oleh Kepala Sekolah SMAK Santo Paulus Jember, Bruder Yohanes Suparno, O.Carm. dan Kapten Infanteri Sujito. Dalam sambutannya, Bruder berpesan kepada para murid kelas 10. “Bersenang-senanglah saat belajar, pahami dan rasakan apa yang ada di tempat ini. Keberagaman itu indah. Sebagai calon pemimpin masa depan, kalian diajak untuk memahami keberagaman sebagai sesuatu yang baik adanya. Ambillah nilai-nilai positif dari tempat ini, bukan hanya sekadar pembelajaran namun juga merupakan pengalaman. Jangan sampai lupa untuk selalu bahagia,” ucap Bruder Yohanes.

Saat memberi pengantar, Kapten Infanteri Sujito menjelaskan bahwa Brigif Raider 9/DY/2 Kostrad memiliki banyak anggota yang berasal dari berbagai suku, budaya, dan adat istiadat. Namun, mereka semua memiliki sikap toleransi yang baik satu sama lain. Di sambutan singkatnya, Kapten Infanteri Sujito juga mengucapkan permintaan maaf karena orang yang seharusnya berada di posisinya tidak dapat hadir sehingga ia harus menggantikannya.
Selama kurang lebih 4 jam, murid-murid SMAK Santo Paulus berkegiatan di tempat tersebut. Mereka diajak untuk mengenal keberagaman lebih dalam lagi. Dengan pembawaannya yang ramah, para tentara mengajak murid P5 SMAK Santo Paulus berkeliling di daerah-daerah yang ada di Brigif 9 Kostrad. Ternyata, tempatnya luas banget loh guys! Sebagai salah satu markas tentara di Jember, tentunya tempat tersebut juga menjadi salah satu tempat dengan nilai keberagaman tertinggi.
Keberagaman yang ada di Brigif 9 Kostrad sangat banyak. Tidak hanya keberagaman suku namun juga keberagaman agama. Di sana kita dapat menemukan tiga tempat ibadah, yaitu Pura Tri Buana Kertih, Gereja GSJA Filadelfia, dan Masjid Nur Nika. Tidak hanya ada tempat ibadah, di Brigif juga terdapat tempat berolahraga, markas senjata dan peluru, lapangan olahraga, lapangan tembak Muhammad SRODJI, perumahan dinas, rumah jaga, dan masih banyak lagi.
Para murid diajak berkeliling ke seluruh Brigif, termasuk ke rumah dinas yang ditempati para tentara yang bertugas. Namun, sebelum berkeliling ke dalam rumah warga, murid-murid SMAK Santo Paulus diajak untuk melihat gudang amunisi atau markas senjata. Gudang amunisi adalah salah satu tempat yang vital dan dijaga dengan ketat di Brigif. “Gudang ini disetting agar tidak sembarang orang dapat masuk ke dalam,” ucap Abdul Qodir selaku Sersan Kepala.

Setelah berkeliling, para murid diberi waktu 15 menit untuk beristirahat. Acara dilanjutkan oleh pemberian materi “Wawasan Kebangsaan” yang dibawakan oleh Prisya Wahyu selaku Sersan Mayor. Dijelaskan bahwa kita sebagai generasi muda bangsa Indonesia harus siap untuk menjadi pemimpin bangsa dimasa yang akan datang. “Adik-adik adalah calon-calon pemimpin dimasa depan, maka adik-adik harus siap menjadi pemimpin di masa depan dengan memiliki jiwa yang kuat, semangat yang berkobar-kobar dan berpikir kritis,” ujar Prisya Wahyu selaku Sersan Mayor.
Gimana nih tanggapan murid kelas X saat diajak P5 ke Brigif? “Memang pernah kebayang P5 ke luar ruangan tapi P5 ke Brigif itu di luar dugaan. Senang banget sih, kayak excited gitu karena bisa nambah ilmu di tempat lain apalagi markas militer,” ujar Marulam Yehezkiel Siadari kelas X MIPA 2.
Nah, ini adalah pengalaman kami sebagai murid kelas X. Semoga dengan adanya pembelajaran langsung seperti ini, murid-murid SMAK Santo Paulus semakin memahami arti penting dari keberagaman sehingga dapat menghargai kebinekaan yang ada di Indonesia. Salam Bineka Tunggal Ika!
Jurnalis:
Patricia Danella Damayanti kelas X IPS 1 / 22
Clarrence Nathania Hadi X MIPA 2 / 06
Charlie Monica Liadi X MIPA 3/ 05
Immanuel Revo Tanus Kelas X MIPA 4/14
Foto:
Immanuel Revo Tanus Kelas X MIPA 4/14
Anantha Vincarosa Khoe Kelas X IPS 2/2
Viona Valencia Kelas X MIPA 4/28







