
Semester genap tahun ajaran lalu telah kita selesaikan, sekarang sudah saatnya menghadapi semester yang baru di Tahun Ajaran 2023/2024. Merencanakan segala sesuatu merupakan hal penting dilakukan untuk mematangkan setiap persiapan, seperti yang telah dilakukan oleh guru-guru SMAK Santo Paulus baru-baru ini.
Jumat, 14 Juli 2023 dilaksanakan Koordinasi Penguatan Penilaian oleh Kurikulum yang diikuti semua guru mata pelajaran. Koordinasi ini dilaksanakan guna mempersiapkan kegiatan belajar-mengajar di semester ganjil Tahun Ajaran 2023/2024. Tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman mengenai sistem penilaian supaya para guru tidak terjebak untuk cenderung mengeneralisasi kemampuan peserta didik dan mengetahui karakter belajar setiap peserta didik sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar mereka.
Dalam melaksanakan penilaian, tiga hal penting yang menjadi fokus utama adalah: (1) pengukuran, (2) penilaian, dan (3) evaluasi. Pengukuran adalah kegiatan memberikan angka pada suatu karakteristik yang dimiliki seseorang, hal, atau objek tertentu. Contohnya: untuk mengukur tinggi atau berat seseorang, pengukuran akan mudah dipahami bila menggunakan sebuah angka. Namun, untuk mengukur pendengaran, penglihatan, atau kepekaan seseorang, hal itu jauh lebih kompleks dan tidak semua orang dapat memahaminya. Jika membahas tentang penilaian, kita akan memahami bahwa penilaian adalah proses mengambil suatu keputusan dengan memanfaatkan infomasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, instrumen tes atau non tes. Sedangkan evaluasi adalah usaha untuk memperoleh informasi tentang proses dan hasil belajar. Evaluasi juga dapat dikatakan sebagai proses mengukur pencapaian tujuan untuk membuat keputusan.

Kegiatan yang melibatkan seluruh guru dari berbagai mata pelajaran ini adalah wujud kesiapan SMAK Santo Paulus Jember untuk menyambut tahun ajaran baru. Sebagai seorang guru, memberikan penilaian terhadap peserta didik bukan menjadi hal yang mudah, perlu adanya pengkajian yang mendalam supaya penilaian yang dilakukan tidak bersifat subjektif sehingga tidak menimbulkan ketidakadilan bagi peserta didik. Penilaian harus bersifat objektif dengan mengutamakan kemampuan peserta didik sebagai tolak ukurnya. Oleh karena itu, guru tidak hanya sebatas melakukan penilaian namun juga harus memastikan bahwa kegiatan pembelajaran hingga evaluasi yang diberikan dapat dipahami dengan baik sehingga menghasilkan output yang baik pula. Dengan demikian, hasil penilaian dapat menjadi acuan keberhasilan guru dalam mengajar.
Oleh karena itu, sebagai guru, marilah kita selalu bersedia untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan agar dapat menjadi teladan bagi para peserta didik kita.
Penulis:
Samuel Inrik Zona Pratama
Foto:
Gilang Kurniawan






