Menaklukkan Tantangan Uprak Matmin dan Seni

Helloww SaintPaulers!!

Selain musim hujan, saat ini kita juga sedang memasuki “musim” ujian praktik (uprak) bagi murid kelas XII. Uprak merupakan salah satu tahapan krusial yang harus dilalui sebelum mereka dinyatakan lulus. Tahun ini, ujian praktik dilaksanakan selama dua pekan, mulai Selasa, 24 Februari 2026 hingga Jumat, 6 Maret 2026. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya diuji pemahamannya secara teori, tetapi juga kemampuannya dalam menerapkan konsep secara langsung.

Dua mata pelajaran yang sangat menguji kolaborasi logika dan kreativitas ini adalah Matematika Peminatan (Matmin) dan Seni. Wah, kira-kira seperti apa ya keseruannya?

Matematika Peminatan: Bukan Sekadar Angka

Dalam uprak Matmin, murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 2–3 orang. Tugasnya? Menyelesaikan soal grafik fungsi trigonometri dan menentukan persamaan fungsi dalam bentuk umum. Penilaian mencakup dua aspek utama: Penilaian Kelompok (Maks. 75 poin), meliputi penyelesaian soal dan estetika PPT. Penilaian Individu (Maks. 25 poin), dinilai saat presentasi, mencakup ketepatan konsep, kejelasan langkah, kemampuan komunikasi, visual PPT, hingga refleksi diri singkat.

Barisan penguji yang siap menyimak adalah Ibu Elizabeth Enie R. Y. S., S.Si., S.Pd.; Bapak Goodman Siadari, S.Pd., M.Pd.; Ibu Helda Cristin Tumprip, S.Pd. bersama Ibu Yesica Elisabeth Br Sianturi, S.Pd.; serta Bapak Yohanes Chrys Heryanto, S.Pd.

“Saat kita memahami konsep dan materi presentasi, kita tidak hanya mengandalkan hafalan. Pemaparan materi itu sangat penting. Jika kita paham tapi tidak bisa menjelaskannya kepada orang lain, audiens pun akan kesulitan menangkap apa yang kita sampaikan,” pesan Bu Yesica.

Seni: Saat Visual Bertemu Melodi

Tidak hanya berkutat dengan hitungan, murid kelas XII juga harus unjuk gigi dalam uprak Seni. Tantangannya cukup unik: mereka wajib membuat video proses melukis dan mempresentasikan hasilnya di hadapan guru Seni Budaya, yaitu Ibu Daru Endah Wijayanti, S.Pd. dan Bapak Leopoldus Libero Baon, S.P.

Jangan mengira mereka hanya asal “corat-coret”, ya! Murid harus mampu menjelaskan penerapan unsur dan prinsip seni, sumber inspirasi lagu, hingga bagaimana musik tersebut memengaruhi visual lukisan mereka. Kelebihan dan kekurangan karya pun harus direfleksikan secara tuntas. Menantang sekali, bukan?

Lantas, seperti apa kriteria karya yang dianggap berhasil? “Karya yang berhasil adalah yang sesuai dengan tema. Selain itu, unsur dan prinsip seni rupa harus teraplikasikan dengan jelas di dalamnya,” ungkap Bu Daru.

Logika dan Kreativitas: Dua Sisi Mata Uang

Pada akhirnya, uprak Matmin dan Seni membuktikan bahwa logika dan kreativitas adalah dua sisi koin yang tidak terpisahkan. Kemampuan kita dalam berbagi ide dan berkolaborasi dalam tim akan menjadi skill yang sangat berguna di masa depan.

Jadi, do your best and stay confident! Selamat berjuang, semoga hasilnya memuaskan. Semangat!

Jurnalis:

Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5

Patricia Lorenza Handoko Kelas XI-3

Foto: Shera Abigail Putrivian Kelas X-6