Memaknai Sumpah Pemuda

Hey-hey SaintPaulers! Sudah awal bulan November, tetapi semangat Sumpah Pemuda masih terasa ya? Namun, yang membuat peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi berbeda adalah, pada tanggal 26 Oktober 2025, beberapa anak dari kelas XI-1 melakukan syuting untuk menyalurkan sekaligus memaknai peristiwa semangat Sumpah Pemuda.

Film pendek ini bertemakan pengaruh bullying terhadap kehidupan seorang pemuda dengan seribu satu mimpi, namun harus berhenti sebelum semua impiannya tercapai. Meskipun hanya sebatas mimpi, namun pesan yang melekat pada film pendek ini menjadi kunci dan tujuan tersendiri. Durasi film memang tidak panjang, namun bagi mereka yang terpenting adalah makna dari film pendek tersebut. Mereka pun menonton film pendek itu bersama, kira-kira bagaimana ya tanggapan pemeran utama short movie ini? Yuk simak.

“Perasaan saya pas buat adegan-adegan di awal itu takut, gugup, nggak pede, grogi banget. Takut gimana nanti orang-orang bakal ngeliat aktingku dan lain-lain. Tapi semua berubah pas akhirnya dikasih script voice over di bagian akhir yang masih keinget sampai sekarang: ‘dengerin, bukan ngejudge.’ Kalimat itu bermakna banget. Karena kadang kita cuma perlu mendengarkan tanpa harus berkomentar. Dari situ saya jadi mikir, penonton pasti bakal lebih fokus ke pesan moralnya daripada ke aktingku,” ucap Steve Immanuel Joseph Sanjaya.

Tak hanya itu, Steve juga menyampaikan harapannya mengenai short movie ini bagi orang lain. “Saya berharap video ini bisa menginspirasi masyarakat Indonesia dari semua kalangan. Lewat video ini juga, saya berharap nggak ada lagi orang meremehkan satu dengan yang lain hanya karena kekurangannya.”

Melalui karya sederhana ini, para siswa kelas XI-1 ingin menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tak hanya tentang mengucap janji persatuan, tetapi juga tentang menghargai satu dengan yang lain serta menjunjung tinggi empati. Dengan karya ini, mereka mampu menunjukkan kreativitas dan kesadaran sosial yang tinggi serta membuktikan bahwa suara para pemuda hari ini bisa menjadi kekuatan untuk perubahan yang lebih baik pada zaman modern ini. 

Jadi, SaintPaulers, yuk terus kobarkan semangat persatuan dan jadilah pemuda yang berani bersuara untuk kebaikan!

Jurnalis:

Aurentzia Veayviane Kelas XI-1

Queenvie Faith Macailey Kelas XI-1

Foto:

Queenvie Faith Macailey Kelas XI-1