
ALOHA SaintPaulers!
Anak rantau mana nih suaranyaaa? Hadiirr!
Bagi para Sobat rantau, pasti bisa relate nih sama lika-liku nentuin βmau makan apa yaa hari ini?β dan akhirnya berujung bikin mi instan. Patenangg! Pada Tanggal 27 – 28 Februari 2025, dan 3 Maret 2025, murid kelas XII secara bergantian berkesempatan untuk menguji skill memasak mereka. Terbukti, dari yang biasanya cuman bisa bikin mi instan, jadi bisa memasak berbagai macam variasi menu. βKok bisa instan gitu?β Fun fact! Jadii, sebenarnya mereka semua sudah terlatih melalui kegiatan praktik masak yang biasanya dilakukan di setiap pelajaran PKWU. Ohh pantes aja udah jago nih!! Check this out!
Nah, dalam ujian praktik PKWU, murid kelas XII IPS dan XII MIPA ditugaskan untuk membuat dua makanan, yaitu makanan fungsional dan makanan daerah Indonesia. Makanan fungsional adalah makanan yang bersumber dari tumbuhan dan biasa kita makan sehari-hari. Untuk kelas IPS, makanan fungsionalnya berupa gado-gado, sayur asem, sayur lodeh, dan ayam tim sedangkan kelas MIPA membuat rawon, nasi ayam tim, sate lilit khas Bali, dan masih banyak lagi!

Nah, hebatnya lagi, UPRAK PKWU ini melibatkan seluruh murid dalam satu kelas lho, guys. Setiap murid berperan sebagai chef dengan tugas yang sudah dibagi sesuai kebutuhan. Ada yang menyiapkan bahan dan bumbu, ada yang memasak, ada yang bertugas mengaduk dan memastikan masakan matang dengan sempurna, hingga ada yang fokus pada plating dan penyajian.
Oh iya guys, uprak tahun ini banyak banget yang spesial, lho. Salah satunya ya uprak PKWU ini. Ada yang tempe ngga kenapa? Yezz! UPRAK PKWU tahun ini menggabungkan tiga mata pelajaran PKWU, yaitu kerajinan (materi kelas X), pengolahan (materi kelas XII), dan sinematografi (materi kelas XI)! Menantang banget ya?
Nah, untuk penilaiannya sendiri gimana tuh? Patenang guys, udah kami tanyakan ke Ibu Caecilia Ari Probowati, A.Md., selaku guru PKWU kelas XII. Beliau mengatakan bahwa penilaian UPRAK ini didasarkan pada tiga aspek yaitu rasa, penyajian/food platting, dan video promosi makanan (mewakili mata pelajaran Sinematografi).

βKalau penilaiannya sendiri didasarkan atas aspek rasa, penyajian atau food platting-nya, dan sinematografi atau pengambilan gambarnya. Jadi, setelah disajikan nanti difoto. Maka dari itu juga, waktu pengerjaan UPRAK ini lebih lama daripada tahun sebelumnya, yaitu satu setengah jam,β ujar Ibu Sisil.
Wahh jadi gitu guyss! Sampai sini siapa yang udah ngiler parah nihh? Angkat tangan!! Memang kelihatannya masakan kakak kelas ini sangat menggoda iman. Aromanya harum, dan pasti rasanya enak pol! Ada yang tahu tidak kenapa jenis masakan mereka berbeda-beda? Ada yang masak rawon, tapi ada juga yang masak makanan modern. Nah ternyata itu ada pembagian khususnya lho!
βJadi ada 2 materi, makanan khas daerah dan makanan fungsional. Jadi saya menentukan melalui undian. Mereka hanya mengambil untuk materi saja, dan untuk menu mereka menentukan sendiri,β ucap Ibu Caecilia.
Food plating? Sudah. Sinematografi? Sudah. Rasa masakan? Sudah. Saatnya sekarang kita tanya langsung ke chef-nya nih. Kita tanya pada kakak cantik berkaca mata, Kakak Arera Crystallodya Sahashika dari kelas XII IPS 1. Gimana sih pengalamannya sehari menjadi masterchef ala-ala?
βRasanya seru sih, apalagi dikasih waktu 1,5 jam buat bikin masakan kita. Ada perasaan tertantang buat selesaiin tepat waktu, apalagi ini kerja sama temen-temen. Jadi, lebih seru lagi dan heboh!β ujarnya saat diwawancarai.
Wuihh, seru banget yaa pengalaman kakak-kakak kelas XII di UPRAK PKWU kali ini! Kira-kira siapa nih yang setelah baca ini jadi makin semangat belajar masak? Siapa tahu besok kalian bisa jadi chef profesional atau bahkan punya bisnis kuliner sendiri. Keep cooking and stay creative, SaintPaulers! π₯
Jurnalis:
Sherly Octavia Pangestu Kelas XI IPS 3
Graciel Thea Hariyono Kelas XI MIPA 1
Clarrence Nathania Hadi Kelas XI MIPA 3
Robbi Fadli Ari Seto Kelas XI MIPA 2
Foto:
Kayren Lie Sasongko Kelas X-6
Angelique Priscilla Wijaya Kelas XI IPS 3






