
“Belajar bukan hanya untuk sekolah, melainkan untuk hidup”
Helloo Future Leaders!
Time flies so fast yaa…tiba-tiba udah mulai memasuki masa ujian akhir semester gasal aja. Bentar-bentar…ada yang menarik nih! Di tengah kesibukkan sekolah, anak asrama mendapat kesempatan eksklusif untuk bisa healing dan recharge kembali isi pikiran mereka sebelum menghadapi ujian lho. Exactly! Pada Jumat (21/11/2025) sampai Sabtu (22/11/2025) kemarin, kegiatan rekoleksi kembali hadir khusus bagi para penghuni Asrama Putra & Putri Santo Paulus Jember.
“Emangnya apa sih pentingnya rekoleksi?” Eitss…jangan salah, ternyata jika dihayati lebih dalam, rekoleksi sebenarnya sangat dibutuhkan untuk kebutuhan mental dan rohani kita. Dengan mengikuti kegiatan ini, otomatis kita sedang memberi ruang bagi diri kita untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian dan menata kembali arah hidup kita ke depannya.
Nah, rekoleksi tahun ini menjadi spesial dengan kehadiran Frater Agusman Rafael Kalinowski Giawa, O. Carm. dari Paroki Santo Yusup Jember yang membawakan materi bertema “Learn Today, Lead Tomorrow”. Makin penasaran kann sama keseruannya? Yuk simak sampai akhir yaa!

Day 1: “Suatu malam yang tenang”
Kegiatan rekoleksi asrama dimulai pukul 17.00 WIB dengan snack sore, tak lama setelah itu kegiatan rekoleksi sesungguhnya pun dimulai. Materi pertama “Apa itu peraturan?” mengajarkan para anggota asrama tentang pentingnya manajemen diri. Frater Giawa mengatakan “tidak ada proses yang mudah untuk hasil yang mudah.” Materi ini tentu saja membuat semua anggota asrama berpikir ulang tentang bagaimana mereka menjalani hari-hari di asrama. Aturan yang ketat, jam wajib belajar, atau jadwal wajib makan yang rasanya bikin malas. Tapi lewat sesi ini, kita diajak menyadari kalau semua aturan itu sebenarnya bukan untuk menyusahkan, tapi justru untuk membentuk karakter dan disiplin supaya kita bisa jadi pribadi yang siap memimpin masa depan. Acara dilanjutkan dengan makan malam, refleksi pribadi, dan Doa Taize yang menjadi puncak kegiatan rekoleksi hari pertama. Suasana yang begitu tenang membawa para anggota asrama untuk merefleksikan hidup mereka selama di asrama serta Tuhan yang terus menyertai langkah hidup mereka.
Day 2: “Memulai hari dengan mindset baru”
Hari kedua rekoleksi diawali dengan bangun dan mandi pukul 06.00, diikuti oleh sarapan dalam suasana hening yang diiringi musik. Para peserta kemudian menyimak Materi kedua berjudul “Apa dampak positif dari taat peraturan?”. Dalam sesi ini, dibahas bahwa peraturan bukanlah sekadar larangan, tetapi sebuah ketentuan yang mengarahkan pada perilaku baik untuk menciptakan kondisi ideal yang tertib, aman, dan etis. Ketaatan pada peraturan justru melatih kedisiplinan diri dan mencegah kekacauan, yang pada akhirnya membawa dampak positif bagi kehidupan bersama dan pembentukan karakter.

Pemahaman dari materi ini kemudian langsung diaplikasikan dalam Sesi “Evaluasi Diriku” selama dua jam. Pada sesi intens ini, setiap peserta diberikan ruang dan waktu untuk secara jujur mengevaluasi dan merefleksikan kembali kepatuhan mereka terhadap berbagai peraturan. Kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Misa Kudus yang diikuti oleh semua anggota asrama putra dan putri, sebelum acara resmi ditutup dengan makan siang bersama.
“Pengalaman rekoleksi ini berkesan bagi saya. Yang awalnya saya berpikir bahwa rekoleksi ini membosankan dan ngantuk banget, ternyata nggak sama sekali. Karena kami tidak boleh memegang alat elektronik sama sekali, jadi kami full ngobrol bareng teman-teman. Hal itu, jadi jembatan untuk mempererat persaudaraan dengan teman asrama,” ujar Gisella Meliarti Ivana Kelas X-5.
Sekarang giliran point of view dari kelas 12 nihh. Kira-kira benefit apa saja sih yang bisa mereka pelajari selama 3 tahun mengikuti kegiatan ini?
“Salah satu benefitnya itu detox media sosial. Dalam acara rekoleksi, semua handphone dan alat elektronik harus dikumpulkan dan kita nggak punya akses ke alat elektronik sampai acara rekoleksi selesai. Peraturan ini kasih kita waktu buat bisa “slow down” sama hidup kita dan lebih fokus untuk punya waktu lebih sama Tuhan,” jawab Celine Olivia Christabel kelas XII IPS 2.

“Dari kegiatan ini, saya bisa belajar pentingnya pelayanan dalam kehidupan kami sehari-hari di asrama. Sebagai warga asrama, saya tentu hidup berdampingan dengan orang lain. Maka dari itu, saya harus menghidupkan rasa persaudaraan dalam hati saya supaya saya bisa melayani dengan ikhlas. Selain itu, melalui kegiatan correctio fraterna yang disediakan, kami juga bisa saling mengoreksi perilaku satu sama lain. Sehingga, setiap warga asrama dapat merefleksikan perilakunya selama hidup bersama di asrama dan mengembangkan sikap menghormati, melayani, serta menjunjung tinggi nilai kesopanan,” tambah Cerish Quin Kelas XII MIPA 3
Dua hari yang dijalani dalam keheningan dan refleksi bukanlah sebuah akhir, melainkan justru sebuah langkah awal yang baru. Semoga semangat “Learn Today, Lead Tomorrow” dan nilai-nilai kedisiplinan yang telah direfleksikan dapat menjadi penuntun dalam menghadapi ujian dan tantangan sehari-hari. Selamat melanjutkan perjalanan, para calon pemimpin masa depan! Remember, this is not the end, it’s a new beginning.
Jurnalis:
Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5
Sherly Octavia Pangestu Kelas XII IPS 3
Cyrilla Levina Kuswanto Kelas XII MIPA 2
Foto:
Matthew Yeriel Wirawan Kelas XI-6






