Kisah di Balik PJJ

Hai SaintPaulers!! Pada artikel kali ini, kita akan kembali melihat salah satu kegiatan para murid SMA Katolik Santo Paulus Jember, yakni tentang Pembelajaran Jarak Jauh alias PJJ! Penasaran dengan alasan mengapa PJJ ini dilaksanakan kembali? Atau justru kalian penasaran dengan lika-liku para murid dalam melaksanakan PJJ ini? Yaudah deh yuk kita simak!

Jadi, mulai hari Rabu 25 Maret hingga Jumat 27 Maret 2026, para murid SMA Katolik Santo Paulus Jember melaksanakan PJJ. Tapi, apa sih alasan dilaksanakannya PJJ ini? Jadi guys, PJJ ini dilaksanakan untuk memperlancar proses pembelajaran setelah libur Lebaran dan menjelang libur Paskah. Selain itu, PJJ dilaksanakan untuk mengantisipasi murid-murid yang berada di luar kota atau luar pulau supaya tetap bisa belajar bila terkendala transportasi balik setelah libur Lebaran.

Nahh, sekarang sudah tahu kan alasan dibalik berjalannya PJJ ini? Yaudah, sekarang kita intip yuk Point of View dari murid yang melaksanakan PJJ! Menurut Winnie Lyn Suwandi kelas XI-1—Sang Ketua OSIS kita, ia mengungkapkan bahwa meskipun PJJ bukan hal baru, tetap saja rasanya berbeda jika dibandingkan pembelajaran tatap muka. Menurut pengakuannya, pembelajaran tatap muka jauh lebih seru.

“PJJ ini nggak lebih seru daripada sekolah offline karena bosen dan nggak ada teman buat ngerjain tugas bareng atau ngobrol langsung. Kalau di kelas kan bisa bercanda dan ngobrol langsung, tapi kalau online rasanya beda banget,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa suasana belajar pun jadi terasa lebih sepi dan awkward, apalagi saat harus berinteraksi lewat Google Meet. Meski begitu, ada hal yang tetap ia nikmati, seperti bisa mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik dan punya waktu sarapan bersama keluarga. Menurutnya, momen kecil seperti itu jadi quality time yang jarang didapat saat sekolah offline.

Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa PJJ punya tantangan tersendiri, terutama dari segi penugasan yang cukup banyak dengan waktu yang terbatas. Untuk mengatasinya, ia memilih langsung mengerjakan tugas tanpa terlalu banyak overthinking dan memanfaatkan teknologi seperti media sosial atau AI jika mengalami kesulitan.

Menariknya, menurut Winnie, adanya PJJ sebelum libur Paskah ini justru membantu sebagai “pemanasan” agar tidak terlalu lama zone out dari kegiatan belajar karena jeda ini membuat murid tetap produktif tanpa kehilangan waktu istirahat, sehingga saat kembali ke sekolah nanti tidak terasa terlalu kaget.

Wah SaintPaulers, ternyata dengan adanya PJJ ini, para murid SMA Katolik Santo Paulus Jember dituntut agar mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pembelajaran ya! Meskipun tidak mudah dalam menjalani keadaan ini, PJJ tetap memberikan pengalaman yang sangat berharga, mulai dari manajemen waktu, melatih kemandirian, hingga pemanfaatan teknologi secara bijak. Kesimpulannya, baik pembelajaran offline maupun online tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing ya. Yang terpenting adalah semangat kita dalam belajar tidak boleh dikalahkan oleh situasi apapun. Jadi, tetap semangat ya SaintPaulers!

Jurnalis:

Aurentzia Veayviane Kelas XI-1

Elvaretta Belda Jeconia Kelas X-1

Kaysa Clearesta Kelas XI-2

Foto:

Kaysa Clearesta Kelas XI-2

Tifanny Tricia Efendy Kelas X-1

Alvin Reiko Hoetama Kelas X-7