Hidupkan Kembali Semangat Juang Para Peserta Melalui Upacara Bendera HUT RI Ke-77 Tahun

Dalam rangka merayakan HUT RI yang ke-77, SMAK Santo Paulus mengadakan upacara bendera. Setelah dua tahun tidak pernah menyelenggarakan upacara bendera, akhirnya pada hari ini, 17 Agustus 2022 upacara bendera dapat dilaksanakan kembali. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 07.00 WIB di lapangan berumput SMAK Santo Paulus. Upacara dipimpin langsung oleh Yohanes Suparno, S.Pd. selaku Kepala Sekolah.

Tiga agenda yang menarik membuat upacara ini terkesan spesial. Pertama, dikibarkannya bendera Sang Saka Merah Putih yang diiringi oleh pasukan PBB dari kelas X. Kedua, adanya pembagian penghargaan bagi murid berprestasi dan disiplin tahun ajaran 2020 – 2021 dan 2021 – 2022. Ketiga, upacara juga dimeriahkan oleh anggota SPV (Saint Paul Voice) yang mempersembahkan sebuah lagu daerah ‘Diru-Diru Nina’. Penampilan SPV yang dipimpin oleh Pak Ibe ini pun mengundang decak kagum para peserta.

Dalam amanat singkatnya, Kepala SMAK Santo Paulus Jember, Yohanes Suparno, S.Pd., menyampaikan bahwa penjajah belum sepenuhnya menghilang. Rasa malas adalah salah satu perwujudan penjajah yang akan terus menjerat kita dalam perbudakan abadi. Lantas apa arti kemerdekaan sesungguhnya? “Merdeka adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang untuk mengembangkan segala sesuatu dalam diri sehingga dapat bermanfaat, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah mampu bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang telah kita lakukan,” ungkap Bruder Yohanes.

Oleh karena itu, kita harus mampu untuk melawan rasa malas agar dapat memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Lewat amanat upacara ini, kita semua diajarkan untuk menjauhi rasa malas dan mau berdisiplin diri. Sudah sepantasnya, para generasi muda meningkatkan motivasi dalam melawan penjajah yang ada di dalam diri masing masing agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Semoga segala sesuatu yang sudah disampaikan oleh Kepala Sekolah kita tercinta ini dapat tertanam di benak keluarga besar SMAK Santo Paulus dan menjadi sebuah gerakan awal yang akan membawa perubahan yang baik di masa depan.

Penulis: Marcelina Keisya Putri (XI MIPA 1 / 11)
Penyunting: Dyah Kirana Nusantara, S.S, S.Pd.
Fotografer: Bertrand Leonard Widjaksono (XII MIPA 3 / 04)