
Pulang sekolah ikut bimbingan
Jangan lupa membawa nasi
Jika ada sisa-sisa sayuran
Saatnya kita melakukan aksi!
Yoo, SaintPaulers! Pernah nggak sihsaat kalian membantu orang tua masak sayur di dapur, kalian melihat ada bagian dari sayur tersebut yang dibuang? Misalnya wortel, bagian bonggol dari wortel tersebut pasti dibuang. Padahal, bisa di-regrow lho, guys! Nah, arti dari regrow sendiri adalah menanam kembali atau pun menumbuhkan kembali. Pasti beberapa dari kalian berpikir, “memangnya bisa?” Wahhh tentunya bisa SaintPaulers! Terutama bagi beberapa jenis sayur seperti kentang, wortel, kunyit, bawang merah, bahkan kangkung. Kurang kece apalagi sih alam yang Tuhan berikan pada kita?
Tapi, nggak kece kalau kita belum bisa mengolahnya dengan baik! Nah maka dari itu, pada hari Senin, 3 November 2025 teman-teman kita dari kelas X-5 dan X-6 melakukan kegiatan yang pastinya seru nih! Dalam mata pelajaran Biologi mereka diajak oleh the one and only, Ibu Dina Putu Ayu K., S.Pd., untuk melakukan proyek regrow. Kira-kira seperti apa keseruan kegiatan mereka? Let’s check it out!
Serunya pembelajaran kali ini, nggak hanya baca dari buku atau nonton. Mereka terjun langsung. Pada kesempatan kali ini tiap kelas memfokuskan dua jenis sayuran yang berbeda: sawi dan pakcoi untuk kelas X-5, serta kentang dan wortel untuk kelas X-6. Sebelum praktikum ini dilakukan, dalam tiap kelas dibagi menjadi enam kelompok dan masing-masing kelompok membawa 8 sampai 10 buah sayuran sesuai pilihan masing-masing kelompok. Dari kegiatan inisuasana lantai tiga sekolah kita auto berubah jadi lahan eksperimen yang penuh tawa canda.

Praktiknya pun unik dan mengajarkan prinsip daur ulang kepada para murid. Media tanam yang digunakan juga bukan pot biasa, melainkan pot hasil daur ulang galon air bekas. Setiap pot diisi dengan tanah secukupnya dan di dalamnya diletakkan sekitar 3–4 sayur. Mereka melakukan praktikum kali ini cermat, mulai dari membersihkan sayurannya hingga menyusun bonggol-bonggol sayuran atau pun kentang-kentang yang sudah bertunas tersebut, memastikan bagian akarnya tertancap dengan benar. Nah guys, metode regrow ini memungkinkan mereka mengamati secara langsung proses bertumbuh kembalinya bagian sayur yang biasanya dibuang dan menjadi limbah rumah tangga ini menjadi tanaman baru.
Sekarang yuk kita telisik, apa sih tujuan dari kegiatan regrow ini? “Tujuannya supaya murid-murid kelas X tahu bagaimana cara mengolah sisa sayuran yang mungkin masih bisa ditanam kembali, sehingga nanti bisa tumbuh kembali menjadi tanaman lagi yang bisa kita makan,” ujar Ibu Dina Putu Ayu K., S.Pd., selaku guru Biologi SMAK Santo Paulus Jember.
Praktikum ini bukan sekadar aktivitas menanam, tetapi merupakan perwujudan nyata bahwa belajar Biologi bisa menyenangkan, bermanfaat, dan penuh makna bagi kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya belajar menanam kembali sisa sayuran, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan. Dari sisa sayuran yang tampaknya tak berguna, siswa dapat membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana dapat memberi manfaat jika diolah dengan baik dan konsisten. Diharapkan, dalam beberapa hari ke depan tunas-tunas hijau akan mulai muncul, yang menjadi bukti nyata bahwa kesabaran dan proses belajar mereka yang berbuah manis.
Jurnalis:
Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5
Eleora Leonie Timothy Kelas X-5
Josepha Ernesta Regina Ticoalu Kelas X-6
Foto:
Nathania Sophie Purwoadi X-5
Ilustrator:
Viorent Ratu Eodia Masela Kelas X-5






