Cinta Lingkungan Ala SaintPaulers

Eyyow, SaintPaulers! Kalian pasti sudah tahu kan, kalau Indonesia merupakan juara kedua penyumbang sampah plastik terbesar di dunia? Of course, that’s not a flex at all! Bayangkan saja, plastik yang kita buang sembarangan tidak akan hilang begitu saja. Plastik-plastik itu justru akan glow down menjadi mikroplastik di laut, dimakan ikan, dan ujung-ujungnya kembali lagi ke piring kita. Fix sih, itu namanya kita memakan sampah sendiri.

Jadi, daripada sekadar sadfishing melihat kondisi Bumi, lebih baik kita action sekarang. Mari kita lihat bagaimana murid-murid SMA Katolik Santo Paulus menunjukkan aksi nyata mereka dalam menjaga lingkungan. Gelas plastik sekali pakai sepertinya sudah menjadi “spesies langka” di acara-acara SMAK Santo Paulus. Akhir-akhir ini, SaintPaulers sadar betul bahwa kebiasaan kecil seperti membawa tumbler ke sekolah memiliki dampak yang sangat besar. Bayangkan, satu orang bisa mengurangi ratusan gelas plastik per tahun. Ditambah lagi, model tumbler sekarang makin aesthetic, jadi makin semangat membawanya!

“Aku sadar sampah plastik sekali pakai itu dampaknya besar sekali buat lingkungan. Dari hal kecil seperti tidak membeli minum dengan botol plastik, aku merasa sudah ikut berkontribusi mengurangi sampah. Selain itu, membawa tumbler juga lebih praktis dan hemat; tinggal isi ulang saja,” ujar Vanya Victory Setiyadi, kelas X-5.

Selain membudayakan kebiasaan kecil, murid SMA Katolik Santo Paulus juga punya cara unik yang kreatif! Masih ingat dengan Pauline Re: Memories, kan? Yap, kita bisa menjaga lingkungan dengan menyulap sampah menjadi kerajinan tangan yang cantik. Wah, keren banget, kan?

Lalu, di tengah semaraknya acara PPS kemarin, ada pemandangan yang patut diacungi jempol. Ada kelas yang kompak membawa lunch box dan botol minum sendiri untuk acara makan-makan kelas. Tidak ada yang menggunakan wadah sekali pakai! Bahkan, kelas-kelas yang memesan makanan dari luar pun tidak mau asal buang sampah. Mereka secara sadar memilah sampah organik, plastik, dan kertas dengan rapi.

Jadi, SaintPaulers, aksi cinta lingkungan itu tidak harus muluk-muluk. Dimulai dari hal kecil dan konsisten yang kita lakukan setiap hari; seperti membawa tumbler, memilah sampah, menghemat listrik dengan mematikan kipas angin saat pulang sekolah, hingga ikut merawat tanaman di sekolah. Semuanya memiliki nilai yang besar!

Jurnalis:

Patricia Lorenza Handoko Kelas XI-3

Michelle Kaylyn Nathania Kelas X5

Foto:

Felicia Evelyne Santoso Kelas XI-2

Zoa Raphaell Widjaya Kelas XII MIPA 3