Buktikan Keberagaman Melalui Uprak Agama

Eyyow, SaintPaulers! Murid-murid kelas XII sedang dalam masa “war mental” nih! Mulai Selasa (24/02/2026) hingga Jumat (06/03/2026), mereka menjalani Ujian Praktik (Uprak) Agama yang khidmat sekaligus menantang sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Kira-kira seseru dan setegang apa ya suasananya? Check it out!

Ketulusan Ibadah dalam Perbedaan

Khusus bagi murid Muslim, tantangannya luar biasa, guys! Mereka wajib memeragakan wudu yang sempurna, melaksanakan salat dengan khusyuk, serta setoran hafalan 10 surah pendek. Tak berhenti di situ, mereka juga diuji membaca satu ayat Al-Qur’an yang dipilih secara acak oleh tim penguji, yaitu Ibu Dhynnie Anyd Puteri S., S.Pd. dan Bapak Sumarno. Ketepatan gerakan hingga makhraj (pengucapan huruf) benar-benar diperhatikan secara detail, lho!

Bergeser ke kapel sekolah, giliran murid-murid beragama Katolik yang beraksi. Mereka melaksanakan Ibadat Sabda dengan penuh penghayatan. Ada yang berperan sebagai imam, misdinar, lektor, hingga petugas kor. “Tujuan dari Ibadat Sabda ini adalah membiasakan murid-murid SMAK belajar bagaimana membuat, merumuskan, dan mempersiapkan diri merayakan Ibadat Sabda tanpa imam. Puji Tuhan, mereka menyiapkan dengan luar biasa,” ujar Romo Kristoforus Rawi, S.Fil., M.Th., O.Carm. selaku salah satu penguji.

Sementara itu, suasana di ruang band terasa lebih meriah. Itulah tempat teman-teman Kristen melaksanakan ibadah. Ada yang bertugas sebagai pemusik, ada yang menari tamborin dengan sukacita, bahkan ada yang berani tampil sebagai pengkhotbah di depan jemaat. Keren banget, kan?

Bagaimana dengan agama Konghucu dan Buddha? Karena kedua agama ini memiliki berbagai aliran, ujian praktik disesuaikan dengan tradisi masing-masing. Ada yang menggunakan dua altar dan ada yang fokus pada penghormatan kepada Tian (Tuhan) serta leluhur.

Salah satu pengalaman menarik datang dari Lim Melina Alinsky (Kelas XII MIPA 2) yang melaksanakan Uprak Agama Konghucu. “Tadi saya melaksanakan Sembahyang Che Im yang biasa dilakukan setiap awal bulan. Makna dari sembahyang ini adalah ungkapan rasa syukur karena dapat memulai bulan yang baru ini,” ceritanya.

Wah, Uprak Agama kali ini benar-benar mengagumkan ya, SaintPaulers! Selain sebagai salah satu syarat kelulusan, momen ini menjadi pengingat nyata betapa beragamnya keyakinan di Indonesia. Pelajaran terpentingnya adalah bagaimana kita bisa terus saling menghargai dan mendukung satu sama lain dalam perbedaan tersebut.

Jurnalis:

Patricia Lorenza Handoko Kelas XI-3

Aurentzia Veayviane Kelas XI-1

Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5

Fotografer:

Josepha Ernesta Regina Ticoalu Kelas X-6

Eleora Leonie Timothy Kelas X-5

Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5

Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas XI-4

Alvin Reiko Hoetama Kelas X-7