BUKAN HANYA SEKEDAR REKOR MURI

Awesome! Hari Angklung sedunia, Rabu 16 November 2022, merupakan momen bersejarah bagi SMAK Santo Paulus Jember karena menjadi bagian dari pemecahan rekor muri angklung dengan tema “Wis Wayahe Kota Jember Raih Rekor Muri dengan Gebyar Angklung”. Bersama dengan SMPK Maria Fatima serta sekolah swasta Katolik lainnya yaitu TKK Siswa Rini 1 dan 2, SDK Maria Fatima 1 dan 3, seluruh warga SMAK Santo Paulus bersama-sama melangkahkan kaki menuju Alun-Alun Kota Jember tempat dimana kegiatan ini berlangsung.

Apa sich yang membuat kegiatan ini berkesan dan spesial? Tentu saja keakraban dan kekompakan seluruh pasang orang tua dan murid dengan total keseluruhan 3.364 peserta dalam bermain angklung menjadi momen yang pasti tidak akan terlupakan. Acara ini juga menjadi semakin meriah karena didukung dan dihadiri langsung oleh bapak Bupati Jember yaitu Bapak Hendy Siswanto yang membawakan sebuah lagu berjudul “Ojo Dibandingke”. Hadir juga bersama dengan Bapak Hendy, wakil bupati yaitu Bapak KH. MB. Firjaun Barlaman. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Jember yang dikumandangkan sebagai pembukaan acara ini sukses membawa semangat bagi para peserta bermain angklung dengan kompak di tengah teriknya matahari. Dengan arahan dirigen dan sebuah angklung yang lengkap dengan kodenya sendiri di tangan setiap peserta, para murid dan orang tua memainkan lagu-lagu salah satunya berjudul “Bunda” dengan sangat kompak dan indah.

Eits, tunggu dulu… Acara gebyar angklung belum lengkap tanpa kehadiran barongsai, fashion show, wushu, berbagai macam tari-tarian, dan juga band – band kece. Band SMAK kita tercinta berkesempatan untuk ikut ambil bagian memeriahkan acara ini, lho… Mereka membawakan beberapa lagu yang berhasil membakar semangat seluruh peserta upacara meskipun hari sudah menjelang siang.

SMAK Santo Paulus Jember patut berbangga diri karena dapat ikut serta dalam melestarikan budaya lokal dan berhasil terlibat aktif dalam mencetak rekor MURI. Lewat acara Gebyar Angklung ini, kita diharapkan bisa terus melestarikan kearifan budaya lokal serta semakin banyak generasi muda yang berminat terhadap alat musik lokal yang merupakan bagian dari indahnya kebudayaan Indonesia tercinta. Pemecahan rekor muri angklung yang berhasil dilaksanakan ini bukan hanya sekedar usaha mencapai rekor dalam bermain angklung saja, tetapi juga memberikan kesan dan pengalaman yang berharga bagi para peserta baik bagi kalangan orang tua maupun siswa. Mari lestarikan budaya kita, Indonesia! Maju terus negeriku, maju terus bangsaku! We love you, Indonesia.

Penulis:
Arum Dewi Hapsari – 11 MIPA 2 / 02
Marcelina Keisya Putri – 11 MIPA 1 / 11
Penyunting: Tim Jurnalistik
Dokumentasi SMAK Santo Paulus Jember