
Senin lalu (5/1/2024), aula sekolah telah dipadati siswa dan tim murid dengan suara gemuruh riang. Wah suara apa itu? Rupanya kelas X sibuk kampanye nih. Kampanye apa yaaa kira-kira? Kampanye sampah loh guys ternyata!
Jadi, pada hari Senin sewaktu jam P5, para murid kelas X tengah sibuk mempresentasikan dan mengampanyekan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Tau gak sih kalau tema P5 kali ini menjunjung tema “gaya hidupku, masa depanku.” Tema ini berusaha untuk mewujudkan kepekaan setiap murid untuk sadar akan masalah sampah melalui kegiatan belajar berupa kampanye.
Kampanye bukanlah sekadar kampanye, harapannya program P5 ini dapat berdampak positif bagi para murid di SMAK Santo Paulus agar semakin mampu bertanggung jawab terhadap sampah, juga terhadap lingkungan sekitar.

Tak sekali dua kali ditemui paper bowl berserakan di area kantin. Sehabis makan, sampah dibiarkan menggeletak di meja kantin. Nah, mari kita mulai untuk self-service. Biasakan membuang sampah sehabis makan pada tempat yang tersedia karena sampah adalah tanggung jawab kita.
Satu persatu kelas telah menampilkanide briliannya untuk mengubah cara pandang teman-teman yang kurang memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Harapannya juga, agar teman-teman semakin mencintai bumi sebagai tempat tinggal kita. Semoga mereka lebih open minded dan menyadari bahwa menjaga lingkungan teramatlah penting!
Teman-teman, kampanye ini bukan sekadar formalitas semata lho…. Terdapat pesan penting bagi kita sebagai penerus bangsa untuk mulai sadar akan masalah sampah.
“Mulai dari diri sendiri lah kita bisa mewujudkan impian kita untuk terbebas dari sampah. Saya yakin, dengan kesadaran satu orang saja bisa menyadarkan juga orang lain untuk bertindak,” ucap Bruder Yohanes Suparno, O.Carm., Kepala Sekolah SMAK Santo Paulus.
Dari kampanye P5 ini, kita bisa pelajari tips dan trik seputar mengelola sampah sebagai gaya hidup baru. Mau tau tips apa saja yang dikampanyekan? Gampang kok, hanya perlu membawa botol minum isi ulang, tote bag sebagai pengganti kresek, dan membuang sampah sesuai tempatnya. Terdapat juga kelas yang menyarankan pembuatan ecobrick sebagai salah satu upaya dalam mengelola sampah sekali pakai.

Nah, dari semua ide brilian yang telah tersampaikan pada hari itu, yang paling Ibu Dina Putu Ayu S.Pd. paling kagumi adalah di mana generasi muda Santo Paulus mengajak untuk meletakkan botol plastik pada tempatnya, meletakkan sisa makanan pada tempatnya. “Pemilahan sampah itu nggak semua orang mau. Tapi, saya respect dengan muda-mudi Santo Paulus yang mau mengajak teman-temannya untuk memilah sampah” ujar beliau.
Kini sampah yang dibuang sembarangan adalah masalah terbesar bagi kehidupan. Jika satu sampah mencemari lingkungan, maka akan berdampak pula bagi makhluk hidup lainnya. Manusia pun turut menjadi korbannya. Egoisme manusia yang memuncak menjadikan lingkungan terdampak.
Sampah ialah berkat dari Yang Kuasa, jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik maka sama halnya kita mengabaikan berkat-Nya. Mari kelola dan manfaatkan sampah dengan baik! Jika sampah adalah berkat, kita harus memilahnya supaya semakin menjadi berkat! Yuk biasakan cegah dan pilah sampah!
Jurnalis:
Sevira Maria Angelica Putri Kelas X IPS 3
Patricia Danella Damayanti Kelas X IPS 1
Foto:
Christophorus Raditya Herliano Kelas X MIPA 4








