Berjalan Bersama Yesus

Hello guys! Apa kabar nih kalian? Semoga baik-baik saja yekannn. Kalian masih pada inget ga tanggal 14 Februari kemarin, kita ngerayain apa ya? Nah, bener banget! Abu yang terusap di dahi kita menunjukkan perayaan Rabu Abu. Kini, masa Prapaskah telah tiba! Awal sebelum kita menyambut kebangkitan Tuhan Yesus!

Sebagai umat Katolik, kalian tentu saja sudah tidak asing lagi dengan jalan salib kan? Bukan tahu aja tapi pasti udah akrab banget yakan sama devosinya? Kalian tahu ga sih kalo jalan salib dalam bahasa Latin disebut sebagai Via Dolorosa atau jika diartikan yakni “Jalan Penderitaan.” Jalan salib ialah mengenangkan kembali Yesus yang berjalan menuju tempat penyaliban, Golgota. Sebenarnya, kita juga bisa kapan saja berdevosi jalan salib ini. Namun, jalan salib umumnya dilaksanakan setiap Jumat dalam masa Prapaskah dan Jumat Agung.

Sebenarnya, tradisi mengikuti jalan salib sudah ada sejak awal abad ke-14 dan dimulai pertama kali oleh Fransiskus Assisi. Tradisi ini terus berkembang di gereja Katolik hingga saat ini. Jalan salib secara umum merupakan ibadat yang berupa pemberhentian-pemberhentian Yesus mulai dari saat Ia dihukum mati hingga saat Yesus dimakamkan. Di awal setiap pemberhentiannya, pemimpin ibadat akan mengatakan, “Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu” yang kemudian akan dibalas oleh umat, “Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia”.

Mengapa kita harus mengikuti jalan salib di masa Prapaskah? Masa Prapaskah adalah suatu masa bagi umat Katolik untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah. Di masa prapaskah ini, kita diajak untuk membenahi diri sebelum menyambut kehadiran Kristus sendiri. Eitss eits.. Tak hanya itu kawan-kawan. Seluruh umat beriman juga diajak untuk mengenangkan kembali sengsara Yesus sebelum akhirnya Ia bangkit dari kematian. Momen sengsara itulah yang ditunjukkan dalam 14 peristiwa jalan salib. Tuhan Yesus sudah rela sengsara di kayu salib untuk kita loh, masa kita belum bertobat juga guys…

Selain mengikuti jalan salib, pengenangan akan sengsara Yesus juga bisa kita wujudkan dalam pantang dan puasa lohh. Jika Yesus harus memikul kayu salib, pantang dan puasa menjadi ‘salib’ bagi kita. Kalian dapat juga mewujudkan pantang dan puasa dengan menyisihkan sebagian uang jajan kalian untuk APP (Aksi Puasa Pembangunan). Yupp, yang tiap pagi diingatkan oleh guru saat doa pagi guys! Dalam pertemuan katolisitas, murid-murid katolik juga diingatkan untuk menjalankan masa Prapaskah ini sembari memperbaiki diri kita masing-masing. “Puasa dan pantang itu nggak harus nggak makan, nggak jajan, kok. Kalian bisa melakukan pantang dengan mengurangi hal yang kalian sukai. Contohnya mengurangi menonton tiktok sampai malam,” ujar Bapak Alosius Danang Tri P. W.,S.E.

Nahh, apa yang sudah kalian lakukan di masa Prapaskah ini? Sudahkah kalian berpantang atau berpuasa? Pantangbisa dimulai dari hal yang kecil, kok! Ada pepatah yang mengatakan, “Belajarlah setia pada perkara-perkara kecil, maka kamu akan setia pada perkara yang besar”. Selamat menjalani masa Prapaskah semuanya!

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah” (1Kor 1: 18).

Tuhan Yesus Memberkati!

Jurnalis:

Sevira Maria Angelica Putri Kelas X IPS 3

Jonita Shaquandra Kelas XI MIPA 4

Ilustrator:

Nicole Imanuella Christiono Kelas X MIPA 2