
Halo SaintPaulers! Pernah nggak sih, ngerasa diri kita berubah akhir-akhir ini? Mulai dari perasaan yang campur aduk, pikiran yang semakin dewasa, hingga cara kita melihat diri sendiri dan orang lain.
Nah, lewat kegiatan bimbingan seksualitas, murid kelas X diajak untuk mengenal lebih jauh terkait perubahan-perubahan tersebut. Bertempat di Rembangan, bimbingan seksualitas ini tidak hanya berisi materi yang serius, tapi juga dikemas dengan outbound seru yang membuat para murid bisa nyaman, terbuka, dan tidak canggung. Lewat kegiatan ini, para murid diharapkan bisa lebih memahami diri sendiri sekaligus bersikap lebih bijak dalam menjalani masa remaja yang penuh gejolak.
Sebelumnya, apa sih seksualitas itu? Seksualitas sering disamakan dengan seks (jenis kelamin atau aktivitas intim), padahal maknanya lebih luas. Seksualitas adalah bagian dari identitas kita yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan moral. Ini tentang bagaimana kita memahami diri, berinteraksi, dan mengekspresikan diri dalam hubungan dengan orang lain.

Menurut Suster Veronika Lusia B. Diaz, S.Pd., seksualitas erat kaitannya dengan perubahan psikologis remaja. Masa remaja adalah masa pencarian identitas, diiringi perubahan emosi, pola pikir yang lebih kritis, serta keinginan untuk mandiri dan menjalin hubungan sosial yang lebih dalam. Memahami hal ini, sekolah mencoba membantu remaja mengelola perasaan dan membangun konsep diri yang sehat.
Tak hanya membahas seksualitas semata, bimsek ini juga menghadirkan materi yang lebih aplikatif. Murid kelas X diajak menyaksikan video proses kelahiran, baik normal maupun caesar, serta diperkenalkan secara langsung dengan bentuk dan cara penggunaan kondom yang benar. Semua ini disampaikan bukan untuk mendorong, tetapi justru memberikan pemahaman utuh akan konsekuensi dan tanggung jawab besar di balik setiap Tindakan agar mereka dapat mengambil keputusan yang lebih bijak di masa depan.
Seksualitas juga memiliki dimensi moral yang penting untuk dijaga. Dari sudut pandang ini, seksualitas bukan sekadar soal keinginan atau dorongan, tetapi juga tentang nilai-nilai yang membedakan mana yang baik dan pantas dan sebaliknya. Prinsip-prinsip moral dalam seksualitas mencakup persetujuan, kejujuran, tanggung jawab, komunikasi, serta penghargaan terhadap privasi dan kesejahteraan diri serta orang lain.

Nah, kalian penasaran nggak sih apa tujuan diadakannya bimbingan seksualitas ini?
“Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk menjadi bekal bagi para peserta didik untuk merawat tubuh sebagai ciptaan Tuhan dengan cara yang baik dan benar,” ujar Fr. Vincentius Andre Sianturi, O.Carm, salah satu pemateri dalam kegiatan ini.
Tak hanya itu, salah satu alumni sekolah kita juga menyampaikan harapannya bagi peserta didik kelas X setelah mengikuti kegiatan ini. “Semoga melalui kegiatan ini, peserta didik dapat mempererat kebersamaan dan saling menerima antargender tanpa adanya sifat objektifikasi,” tutur Jessica Beautrice Wijaya, alumni SMAK Santo Paulus angkatan tahun 2022.
Secara keseluruhan, bimbingan seksualitas ini memberikan pemahaman bagi peserta didik mengenai pentingnya mensyukuri seksualitas sebagai anugerah, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai dan bertanggung jawab. Hal ini tentunya sejalan dengan Sabda Tuhan yang mengingatkan kita bahwa tubuh manusia memiliki martabat yang luhur dan patut dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah yang diam di dalam kamu”
~1 Korintus 6:19
Jurnalis:
Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5
Eleora Leonie Timothy Kelas X-5
Alexandra Trixie Kelas X-4
Foto: Dokumentasi Panitia






