
“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”
Masih ingat dengan kalimat ini bukan? Kalimat tersebut merupakan salah satu dari isi Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Sebagai generasi muda yang berpendidikan, tentu murid-murid SMA Katolik Santo Paulus Jember selalu berusaha untuk membangun budaya baik untuk melestarikan Bahasa Indonesia di mana pun mereka berada, termasuk saat melaksanakan pembelajaran di kelas.
Salah satu cara melestarikannya, ya tentu dengan belajar Bahasa Indonesia dong! Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas sama sekali tidak membosankan. Guru-guru Bahasa Indonesia berhasil mengemas pembelajaran yang interaktif, sehingga pembelajaran tidak sekadar membawa teks dan mengerjakan soal. Seperti apa contohnya?? Yuk kita simak cerita dari salah satu murid SMA Katolik Santo Paulus Jember.
โSaat belajar bahasa Indonesia, kegiatan yang paling menarik yaitu saat diajari menyusun teks, membaca buku fiksi, dan membaca buku non fiksi. Alasannya, ketika menulis teks, saya belajar untuk praktik langsung. Serunya lagi, saat belajar menulis, saya bisa menjadi lebih kreatif,โ ucap Revalino Andrean T. Kelas XII MIPA 2.
Dengan menjunjung tinggi bahasa Indonesia, murid-murid SMA Katolik Santo Paulus gak cuma menunjukkan kecintaan mereka pada negara kita, melainkan juga siap menjadi duta bahasa yang beretika dan cerdas di manapun mereka berada. Mereka dapat membuktikan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa yang keren, relevan, dan berdaya saing tinggi di era ini. Tidak hanya itu, melalui penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, murid secara tidak langsung juga menghargai identitas bangsa loh!
Jurnalis:
Clarrence Nathania Hadi Kelas XII MIPA 1
Patricia Lorenza Handoko Kelas XI-3
Aurentzia Veayviane Kelas XI-1
Jennifer Evelyn Kelas XII MIPA 2






