
Halo SaintPaulers! Dari judul artikel kali ini, udah ketebak belum apa yang akan kita bahas hari ini? Yup, benar sekali! Bahasa Inggris seringkali dihadapkan sebagai momok rumitnya tata bahasa dan hafalan kosakata. Namun, di SMA Katolik Santo Paulus, paradigma tersebut bergeser. Bahasa Inggris diposisikan sebagai sebuah alat jembatan untuk mengakses ilmu pengetahuan, mengekspresikan ide, dan berkolaborasi.
Pembelajaran dirancang agar murid tidak hanya tahu tentang bahasa Inggris, tetapi benar-benar dapat menggunakannya dalam situasi yang relevan dengan kehidupan dan minat mereka, baik untuk akademik maupun persiapan terjun di dunia global.

Di kelas, proses belajar bukan hanya berhenti pada memahami grammar atau bahkan menghafal vocabulary. Para murid diajak untuk menerapkan bahasa Inggris pada kegiatan nyata seperti presentasi suatu proyek, membuat konten digital, diskusi kelompok, dan bahkan menulis sebuah opini. Dengan itu, mereka ngga hanya “belajar bahasa” tetapi benar-benar “menggunakan bahasa” sebagai sarana komunikasi di dunia digital ini.
Bahkan, banyak materi yang dikaitkan dengan tren-tren yang kekinian lho! Seperti isu internasional, opini umum, dan bahkan sarana hiburan. Hal ini ini membuat pelajarannya itu lebih “berguna” dan relevan dalam kehidupan nyata. Jadi nggak heran ya, banyak murid yang lebih percaya diri saat berbicara karena mereka merasa topik yang dibahas dekat dengan bahasa keseharian mereka.
Nahh, para guru juga harus melewati tantangan ketika menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis praktik lho guyss! Mau tahu? Yuk, kita lihat tanggapannya.

“Tantangan terbesar ada di kemampuan dan keinginan belajar siswa yang berbeda-beda, contohnya ada siswa yang tidak percaya diri dan kurang motivasi dalam mengerjakan sesuatu. Tetapi apabila diberi motivasi dan dorongan, akhirnya siswa tersebut bisa saja kok.” ujar Miss Ones Kezia Darlies.
So you see, ternyata bahasa inggris tidak sesusah itu lhoo apabila murid memiliki motivasi belajar yang tinggi. Meski bahasa Inggris merupakan bahasa yang rumit dan memiliki banyak kosakata, kita akan mendapatkan beberapa manfaat ketika menguasai bahasa universal ini. Di antaranya adalah dapat membantu kita menjalin komunikasi dengan dunia luar dan menjadi jembatan untuk mengakses ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, janganlah kita pernah menyerah dalam belajar berbahasa inggris and let’s do our best!
“The journey of a thousand miles begins with one step.” – Lao Tzu
Jurnalis:
Michelle Kaylyn Nathania X-5
Robbi Fadli Ari Seto Kelas XII MIPA 3
Immanuel Revo Tanus Kelas XII MIPA 2
Foto:
Dokumentasi Sekolah






