
Gais, gais, ada yang tahu ngga nih kemarin hari apa? Selasa! Tapi bukan sembarang selasa lho! Emang ada apa sih?
Pada Selasa, 25 November 2025 kemarin SMAK Santo Paulus Jember kembali mengadakan upacara bendera lho. Kali ini upacara diadakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional! Nah, karena hari ini adalah hari khusus bagi guru-guru tercinta kita, siapa ya yang menjadi pembina upacara kali ini?
Yupzz! Bener banget, Romo Kristoforus Rawi, S.Fil., M.Th.. Pidato kali ini dibuka dengan cara yang cukup unik karena Romo meminta para murid untuk menghadap kepada barisan guru dan mengucapkan selamat hari guru kepada para guru kita tercinta.

Di Indonesia, Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Penetapan tanggal ini menjadi pengingat akan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan bangsa. Namun, yang menjadi pertanyaan “Kapan Hari Murid Nasional?” Dalam dunia pendidikan, guru dan murid adalah dua unsur yang tak terpisahkan, bagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Keberadaan seorang guru menjadi tidak bermakna tanpa kehadiran murid yang dididiknya. Sementara itu, seorang murid juga membutuhkan bimbingan guru untuk menuntunnya menuju ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Hubungan sinergis inilah yang menjadi roh dari proses belajar-mengajar.
Namun, di era yang penuh dengan arus informasi dan perubahan nilai ini, menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. “Tantangan terbesar menjadi guru saat ini adalah menjadi panutan dalam berilmu dan berkarakter yang diwujudnyatakan dalam sikap tanggung jawab,” ujar Romo Kristo.
Lantas, bagaimana cara guru mengatasi tantangan besar tersebut? Kuncinya terletak pada komitmen untuk terus belajar dan introspeksi diri. Seorang guru modern harus aktif memperbarui ilmunya agar tidak tertinggal, sekaligus secara konsisten menerapkan nilai-nilai karakter yang baik dalam interaksi sosial dan digital.

Sikap tanggung jawab juga dapat diwujudnyatakan dengan mempersiapkan materi ajar dengan sungguh-sungguh, hadir tepat waktu, serta adil dalam menilai dan memperlakukan setiap murid. Dengan menjadi pribadi yang integritasnya tidak diragukan, secara alami seorang guru akan dapat memancarkan wibawa dan menjadi panutan sejati yang dihormati dan diteladani oleh para muridnya.
Nah, dengan begitu, melalui momen Hari Guru Nasional ini, marilah kita sebagai murid tidak hanya mengucapkan terima kasih, tetapi juga membalas jasa-jasa guru dengan tindakan nyata, yaitu dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan meneladani karakter baik yang mereka contohkan. Dengan demikian, hubungan simbiosis mutualisme antara guru dan murid akan terus terpupuk, menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga berintegritas dan bertanggung jawab dalam membangun Indonesia yang lebih baik ke depannya. Selamat Hari Guru 🥳🥳🥳
Jurnalis:
Graciel Thea Hariyono Kelas XII MIPA 4
Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5
Foto:
Yessamine Lea Santoso XI-7
Joshua Budi Hariyanto Kelas X-1






