
Baru-baru ini pada tanggal 5 Agustus 2025 Dinas Pendidikan Jawa Timur meluncurkan aplikasi DEKAP, sebuah aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah guru BK khususnya jenjang SMA dan SMK dalam proses skrining psikologis minat dan bakat murid, penyediaan dukungan psikologis dan sosial, serta deteksi dini permasalahan yang dihadapi para murid saat ini. DEKAP sendiri merupakan akronim dari Dengar, Empati, Kenali, Arahkan, dan Peduli. Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah guru BK untuk mendapatkan informasi tentang layanan apa saja yang nantinya dapat diberikan kepada para murid setelah mengetahui laporan hasil tes psikologi mandiri yang telah mereka kerjakan. Aplikasi DEKAP sangat mudah diakses oleh semua kalangan, khususnya untuk para murid dan guru BK karena memanfaatkan teknologi yang dapat diakses kapanpun dan di manapun mereka berada.
Aplikasi DEKAP dirancang secara tersendiri untuk guru BK dan para murid. Pada aplikasi DEKAP terdapat empat fitur utama yang dapat diakses oleh guru BK, di antaranya ada fitur Dashboard Monitoring, fitur Panduan Pendampingan Murid, fitur Panduan Eksplorasi Minat dan Bakat, dan terakhir fitur Kotak Curhat. Fitur Dashboard Monitoring merupakan fitur di mana guru BK akan dapat melihat hasil tes psikologis murid dengan mudah serta melihat berapa persen jumlah murid yang berada pada kondisi psikologis normal, butuh perhatian, maupun yang sedang dalam resiko. Fitur Panduan Pendampingan Murid akan memudahkan guru BK untuk memahami langkah apa saja yang akan ditempuh untuk memberikan pendampingan pada murid sesuai kondisi psikologisnya. Fitur Panduan Eksplorasi Minat dan Bakat membantu guru BK memperoleh materi yang dapat diterapkan kepada para murid, seperti materi tipe kepribadian, minat, serta rekomendasi jurusan yang cocok. Terakhir, ada fitur Kotak Curhat di mana guru BK akan menerima pesan anonim maupun langsung dari murid.
Sedangkan untuk para murid, aplikasi DEKAP menyediakan tiga fitur di antaranya fitur Tes Kesehatan Mental, fitur Tes Minat & Bakat, dan fitur Kotak Curhat. Fitur pertama adalah fitur Tes Kesehatan Mental, fitur ini memberi ruang bagi para murid untuk menjelaskan permasalahan psikologis, emosional, dan sosial yang dihadapinya. Hasilnya nanti hanya akan dapat dibaca oleh guru BK sebagai bahan pendampingan untuk para murid. Berikutnya ada fitur Tes Minat & Bakat yang akan digunakan untuk memudahkan para murid menggali potensi minat bakat serta kepribadian mereka dengan menjawab serangkaian pertanyaan yang tersedia. Terakhir ada fitur Kotak Curhat yang merupakan fitur unggulan aplikasi DEKAP. Pada fitur ini, murid diberikan kebebasan untuk menyampaikan semua permasalahan yang dihadapinya selama ini secara anonim maupun langsung kepada guru BK. Fitur ini menjanjikan ruang aman bagi murid agar mereka merasakan pengalaman didengar dan dipahami dengan cara curhat secara bebas serta menjadi lebih terbuka mencurahkan semua permasalahannya.
Meskipun sudah mulai dirilis dan diterapkan, namun ada beberapa hal yang masih menjadi pro-kontra di kalangan guru BK. Para guru BK merasa bersyukur karena dimudahkan dalam proses penggalian masalah dan kebutuhan siswa melalui satu aplikasi saja. Hanya dengan satu aplikasi, guru BK dapat memonitoring kondisi psikologis 200–300 murid secara langsung dalam satu waktu. Di isi lain, ada beberapa hal yang mungkin perlu menjadi evaluasi. Pada fitur Kotak Curhat yang dapat diakses para murid dalam aplikasi DEKAP, nantinya yang akan membalas semua chat yang dikirimkan murid adalah AI, bukan dari psikolog ataupun guru BK langsung. Hal ini menimbulkan keraguan bagi guru BK karena dikhawatirkan murid menjadi terlalu nyaman untuk berselancar di dunia AI dan enggan untuk bersosialisasi dengan orang lain, terutama menceritakan semua permasalahannya pada orang lain secara langsung.
Guru BK menganggap bahwa respon yang akan diberikan oleh AI tentu akan sangat berbeda dengan respon yang akan diberikan oleh manusia nyata, khususnya oleh psikolog atau guru BK. Selain itu, guru BK nantinya memiliki keterbatasan akses pula untuk melihat permasalahan spesifik yang diceritakan oleh murid secara pribadi (yang ada pada catatan tambahan murid). Hal seperti ini yang harus menjadi perhatian developer aplikasi DEKAP ke depan. Hingga saat ini, guru BK dan para murid di SMA Katolik Santo Paulus Jember masih belum menerapkan penggunaan aplikasi DEKAP karena akses aplikasi yang masih terbatas. Selanjutnya, kami akan segera menyesuaikan agar lekas bisa diterapkan demi menjawab berbagai tantangan pendampingan di era digital.







